Mengenal Alien Passport atau Paspor Jenewa

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Paspor biasanya diperlukan untuk perjalanan internasional karena harus ditunjukkan ketika memasuki perbatasan suatu negara, walaupun di negara tertentu ada beberapa perjanjian di mana warga suatu negara tertentu dapat memasuki negara lain dengan dokumen selain paspor. Paspor akan diberi cap (stempel) atau disegel dengan visa yang dilakukan oleh petugas negara tempat kedatangan.

Sebuah sertifikat identitas atau aliens passport mungkin agak sedikit aneh bagi kita, namun pada konvensi Jenewa 1951 penggunaan Aliens Passport sudah di terapkan untuk mengatasi warga pencari suaka, sehingga warga asing dapat menetap di negara lain dalam jangka waktu yang lama.

Selain banyak manfaat penggunaan paspor alien di era konvensi Jenewa, sebagai dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh negara untuk non-warga negara (juga disebut alien) yang berada di dalam perbatasan mereka yang orang tanpa kewarganegaraan atau tidak mampu untuk mendapatkan paspor dari negara mereka kebangsaan (juga disebut pengungsi). Beberapa negara juga mengeluarkan sertifikat identitas untuk warga negara mereka sendiri sebagai bentuk paspor darurat atau sebagai pengganti paspor. Persyaratan visa sertifikat identitas mungkin berbeda dengan yang paspor biasa.

Sebuah sertifikat identitas yang dikeluarkan untuk pengungsi juga disebut sebagai dokumen perjalanan Konvensi 1951 (juga dikenal sebagai dokumen perjalanan pengungsi atau paspor Jenewa), mengacu pada Konvensi 1951 mengenai Status Pengungsi. 80 negara pihak dalam Konvensi 1954 dan 145 negara merupakan pihak dalam Konvensi 1951. 146 negara yang menjadi pihak dalam Protokol 1967 Berkaitan dengan Status Pengungsi. Khususnya, Amerika Serikat bukan merupakan pihak baik Konvensi, tetapi memberikan dokumen perjalanan untuk penduduk tetap sah, baik sebagai Re-entry Permit atau dokumen perjalanan pengungsi di bawah Protokol.

1954 dokumen Konvensi (untuk orang stateless)
Sebuah sertifikat identitas yang dikeluarkan untuk memiliki kewarganegaraan juga disebut sebagai dokumen perjalanan, mengacu pada Konvensi 1954 Berkaitan dengan Status Tanpa Kewarganegaraan, Tidak seperti dokumen perjalanan, sebuah sertifikat identitas yang dikeluarkan oleh sebagian besar negara tidak dengan sendirinya berhak pemegang untuk diterima kembali ke negara itu.

Dalam kasus ini tidak ada kesepakatan internasional yang formal untuk mengatur masalah dokumen perjalanan untuk orang-orang ini meskipun sebagian besar negara akan mengeluarkan versi mereka sendiri dari dokumen perjalanan non-konvensi untuk warga. Dokumen-dokumen ini secara luas memenuhi standar ICAO untuk dokumen identitas internasional. Mereka dikenal dengan berbagai sebagai Paspor Alien di daratan Eropa dan Skandinavia dan sebagai sertifikat identitas di Inggris, Australia dan Hong Kong, lantas bagaimana dengan Indonesia yang tidak menganut dwi kewarganegaraan, bisa menerapkan hal yang sama untuk melindungi warganya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here