Mengeksplor Aggtelek, Ratusan Gua dan Konser Hall Super Akustik di Hungaria

oleh

Maharani

Aggtelek sebuah nama tempat tujuan wisata yang terkenal di Hungaria, sebuah dusun kecil di provinsi Borsod-Abaúj-Zemplén, dengan hanya berpenduduk 1.000 orang dan terletak di perbatasan Hungaria dan Slovakia namun tak disangka ditempat sunyi tersembunyi ini ditemukan sejarah kebesaran alam yang menyimpan potensi arkeologis yang luar biasa mentakjubkan dan sekarang menjadi Taman Nasional (Aggtelek National Park). Untuk ke sana idealnya ditempuh dengan mobil melalui jalan tol M3, dengan jarak 220 km ke arah Selatan dari ibukota Budapest dan memakan waktu sekitar 3 jam mengingat adanya kondisi jalan pegunungan yang ber liku2 dan turun naik bukit dengan pemandangan nan indah begitu keluar dari exit jalan bebas hambatan M3.

Tempat seluas lebih dari 20.000 ha berlimpah dengan kekayaan alamnya yang tak ternilai sehingga pada tahun 1978 dinyatakan sebagai kawasan lindung, pada tahun 1982 semakin mendapat atensi pemerintah dan diproteksi ketat, alhasil pada tahun 1985 diresmikan menjadi Aggtelek National Park dengan ditemukan 200-300 gua gua pre-historis dengan sungai kecil dan danau di dalamnya. Gua terpanjang dikenal dengan Baradla Cave System yang pernah dihuni oleh manusia purba sekitar 3000 dan 7000 tahun lalu sepanjang 25,5 km sampai menembus Slovakia Karst, sehingga pada tahun 1995 menggugah UNESCO memasukkan Aggtelek dalam daftar Warisan Dunia yang dilindungi (World Heritage Sites).

Foto : (dok pribadi)

Loket baru mulai buka pukul 10.00, setelah membeli tiket sekitar 7,00 USD siap mengikuti tour pertama bersama sekitar 30 turis dari negara sekitar dan Eropa lainnya. Dikarenakan perjalanan jauh dan waktu yang terbatas dipilih tour singkat Baradla cave 1 jam sepanjang 1 km. Begitu pintu dibuka terasa perbedaan suhu yang menyolok, di dalam gua sekitar 10 celcius dan nampak semua peserta sudah siap dengan jaket masing2. Paling depan seorang pemandu susur gua lokal yang tampak sudah profesional namun disayangkan penjelasan langsung gunakan bahasa Hungaria, meskipun tidak mengurangi keindahan stalaktit-stalagmit di sepanjang kanan-kiri jalan dengan warna khas batu mineral berusia jutaan tahun dengan berbagai bentuk dan ukuran ornamen yang menjadi sangat indah berwarna warni sengaja diterangi spotlight yang diatur sedemikian rupa. Selama tour diijinkan memotret namun dilarang menyentuh batu2, membuang apapun dan dilarang merokok tentunya dan dengan ditunjang oleh suhu yang sejuk sehingga memberikan sensasi berbeda yang mempesona serta sejenak melupakan suhu 35 celcius musim panas di luar.

Foto : (dok pribadi)

Grup sampai di ujung jalan masuk pertama disebut Atrium, jalan ditata dengan pengamanan memadai, sedikit basah oleh tetesan air dan turun naik mengikuti alur kondisi gua. Menurut para arkeolog Atrium ini pernah ditinggali oleh pre-historic cave man yang disebut Bukk Culture people (7.000 tahun) dan Kyjatie Culture (3.000 tahun). Di pintu masuk ke hall ditemui Acheron dan Styx dua aliran sungai (cave stream) kecil yang mengalir sampai ke gua lain, Josvafo. Selanjutnya group melewati ”turtle hall” yang panjangnya 300 m di mana pada tahun 1950 pernah didirikan cave-biology laboratorium untuk menyelidiki spesies binatang yang hidup di dalam gua (ikan, kelelawar).

Foto : (dok pribadi)

Beberapa waktu berselang kita temui ruang terbesar apa yang disebut concert hall, dengan lebar lapisan batu mencapai 90 m di atas hall yang merupakan titik terrendah selama tour. Ruang ini merupakan ruang yang menarik dan memiliki akustik yang istimewa dengan kapasitas sampai 1.000 buah tempat duduk, setiap tahun diselenggarakan berbagai konser musik dan bagi pasangan romantis dapat menyewa sebagai tempat upacara pernikahan.

Foto : (dok pribadi)

Selama beberapa menit para peserta terpukau disuguhi demo tekhnik lighting dan music Vangelis yang menakjubkan karena suara akustik special effect yang sangat luar biasa indahnya yang hanya dapat dinikmati di situ. Menggelar konser music atau operette di ruang tersebut dengan suhu 10 celcius, ditambah aura gua tersendiri terasa sangat istimewa dan tak terlupakan. Bagi grup musik yang tampil di stage tersebut tentu sangat istimewa dan mempunyai kebanggaan sendiri dengan sensasi internasional yang luar biasa, lighting yang pas dan penonton yang tertib dari berbagai bangsa menjadikan tampilan semakin dramatis, jika stem/tune peralatan dilakukan sebaik baiknya maka akan memperoleh akustik yang maksimal menghasilkan musik akustik tersendiri yang tidak ada duanya di Dunia.

Foto : (dok pribadi)

Berbagai grup musik nasional dan internasional, koor, saxophone, rock, pop dan grup band Hungaria terkenal seperti Republik dan Karpatia pernah tampil di sana dengan sukses. Performa terbaru pada tg 21 Juli 2018 tampil bintang tamu St Martin yang memukau penonton. Event lainnya seperti Folk and Art Festival Gomor Torna diselenggarakan setiap tahun, philharmonic and chamber music cave, Óévbúcsúztató Operettgála yaitu pertunjukan tradisional operette yang merupakan gala akhir tahun juga digelar di ruang konser gua Baradla.

Dari situ tour lanjut ke Black hall yang mana terdapat deposisi hitam (black deposition) di batuan karena obor obor bekas manusia purba, sehingga diberi nama Black hall. Setelah berjalan sekitar satu jam lamanya menikmati masa seperti kembali ke masa silam jaman batu, tak terasa tour segera berakhir dan keluar dari pintu lain sehingga harus jalan kaki kembali menuju pintu masuk utama lagi. Di kanan kiri kita melihat tempat kemping dan rumah kayu yang disewakan sebagai akomodasi oleh Tour Inform pengelolanya. Sebenarnya masih ada beberapa gua gua lagi seperti Tiger Hall (fossils triassic era), Hall of Coloumns (kaya akan formasi dripstone), Ceremony Hall, Lace Hall (formasi ber-onamen spaghetti), namun mengingat waktu yang terbatas belum sempat kami eksplore.

Taman Nasional Aggtelek bertugas untuk mengeksplore, melindungi dan melestarikan sumber2 alam dan budaya serta memajukan eco-tourisme. Selain dapat mengekplore gua-gua dengan tour jangka pendek 1 jam (Baradla cave tour), Aggtelek dan khususnya Josvafo short tour (explore budaya dan lingkungan), tersedia tour untuk jangka lebih dari 1 km seperti Red Lake mid-length tour, Imre Vass Cave tour, Beke Cave dan Rackoczi Cave yang baru di buka akhir2 ini. Bagi yang menyukai eco, zoological, dan botanical dapat meminta tour dengan pemandu wisata khusus dengan harga relatif terjangkau. Panen anggur di bulan September/Oktober dan acara khusus pada akhir tahun ikut mewarnai rangkaian events menarik yang bisa dinikmati dan patut dikunjungi di Taman Nasional Aggtelek yang buka sepanjang tahun termasuk kegiatan di musim dingin/salju, winter sport, tour bersepeda, kegiatan untuk anak2 dan hari keluarga.

Mengingat hebatnya performance di dalam concert hall tersebut, timbul ide saya, Maharani berserta yayasan Svaraseni Nusantara mengundang para seniman bekerja sama dengan pihak sponsor untuk tampil mengisi acara di Aggtelek Concert Hall yang sekiranya sekaligus akan menjadi ajang promosi Indonesia melalui seni, musik dan tari di Hungaria dan Slovakia serta di fora internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here