Mengagumkan! Karya Kreatif Indonesia yang Kerap Hiasi Billboard Times Square New York

Apa yang terlintas di pikiran begitu mendengar nama Times Square? Ya, sebuah persimpangan jalan utama di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, tempat bertemunya jalan Broadway dan Seventh Avenue.

Kawasan ini dapat dikatakan sebagai wilayah favorit dan ikonik bagi para wisatawan, yang memiliki kesempatan untuk berkunjung ke AS terutama New York. Tidak hanya dikenal sebagai kota terpadat sekaligus pusat wilayah metropolitan, New York dapat dikatakan memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, dan hiburan dunia.

Berbagai sektor yang disebutkan di atas diyakini menjadikan wilayah Manhattan, yang juga didapuk sebagai jantung kota New York sebagai kiblat dalam menentukan keberhasilan. Sebut saja salah satu kawasannya yaitu Wall Street, yang dikenal sebagai lokasi bursa saham terbesar dunia.

Selain itu, ada juga kawasan sepanjang Broadway hingga Seventh Avenue yang dipertemukan oleh pusat hiburan Times Square, dan dijuluki sebagai “Persimpangan Dunia”. Bukan tanpa alasan, julukan tersebut muncul karena pada keberadaannya, bangunan di kawasan Times Square memiliki dinding bagian luar yang dipasangi dengan papan iklan (billboard) dan televisi berlayar lebar.

Jajaran papan iklan atau billboard tersebut lah yang sering kali menampilkan berbagai tayangan karya kreatif ternama dunia dalam berbagai hal, mulai dari hiburan, seni, mode, sampai budaya dari berbagai negeri.

Karena itu, tak heran jika menjadi sebuah kebanggaan tersendiri apabila karya yang dimiliki atau dibuat oleh seorang pekerja seni, berhasil mewakili negaranya dengan terpublikasi di pusat hiburan dunia tersebut.

Awalan ciamik oleh karya musisi tanah air yang mendunia

Keberhasilan karya kreatif Indonesia yang berhasil menembus billboard Times Square tentu tidak terjadi secara instan, sebelum semakin banyak musisi tanah air yang mendapatkan kesempatan membanggakan tersebut, kabar yang langsung mencuri perhatian pertama kali datang dari rapper kenamaan Rich Brian, yang kemudian diikuti oleh grup musik Weird Genius.

Rich Brian dapat dikatakan menjadi pembuka jalan bagi musisi dan karya kreatif Indonesia setelah keberhasilannya tampil di billboard Times Square, lewat album kedua bertajuk “The Sailor” yang rilis di tahun 2019.

Setahun berselang tepatnya pada 2020, jejak keberhasilan Brian ikut diraih oleh grup musik Weird Genius berkat kesuksesan besar lagu “Lathi” yang. Dalam tayangan di billboard, bahkan dengan jelas dituliskan bahwa karya dari grup musik yang digawangi oleh Reza Oktovian, Eka Gustiwana, Gerald Liu, serta berkolaborasi dengan Sara Fajira tersebut berhasil menembus 100 juta pemutaran di platform musik digital.

Pencapaian tersebut juga sekaligus membuktikan, bahwa kualitas musik Indonesia sudah diperhitungkan dalam kancah internasional. Di tahun yang sama, aktor sekaligus solois Maruli Tampubolon juga berhasil menampilkan karyanya di Times Square lewat musik video dari lagu bertajuk “Never Stand Alone”.

Partisipasi musisi wanita Indonesia dalam kampanye kesetaraan untuk berkarya

Kesempatan menembus billboard Times Square kembali diraih lewat kampanye yang dilakukan oleh platfrom streaming musik kenamaan internasional, yaitu Spotify.

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, kampanye EQUAL dihadirkan dengan tujuan mendukung kesetaraan dan perempuan di seluruh dunia untuk berkontribusi di bidang musik.

Sampai saat ini, tercatat ada 3 musisi wanita asal Indonesia yang memiliki kesempatan untuk bergabung dalam kampanye tersebut dan mempromosikan karyanya di layar Times Square. Adapun ketiga musisi wanita yang dimaksud yaitu Nadin Amizah, Niki Zefanya, dan yang terbaru serta tak kalah mencuri perhatian, yaitu Raisa.

Karya film dan jenama Indonesia yang tak mau tertinggal

Bukan hanya karya dalam bentuk musik yang dihasilkan oleh para musisi, bentuk karya kreatif lainnya yang berhasil menembus layar billboard Times Square juga datang dari industri perfilman, lebih tepatnya lewat sebuah film tanah air berjudul “Ali & Ratu Ratu Queens”.

Menariknya, film drama-komedi yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi dan ditulis oleh Gina S. Noer ini juga mengambil latar tempat di New York, tepatnya kawasan Queens. Film ini dibintangi oleh jajaran aktor ternama seperti Iqbaal Ramadhan, Nirina Zubir, Tika Panggabean, dan Asri Welas.

Karya dalam bentuk film dan musik tentu tidak cukup. Di saat yang bersamaan, dikenalnya nama Indonesia ke mata dunia lewat tampilan di billboard Times Square, nyatanya juga didapat lewat jenama mode lokal Erigo.

Usaha modeyang berasal dari Depok dan berdiri sejak tahun 2011 ini, berhasil menayangkan sebuah iklan produk berdurasi 2 menit 22 detik, yang di dalamnya juga menyertakan kampanye dengan pesan #StopAsianHate, kampanye tersebut banyak diketahui sebagai bentuk dukungan pada aksi tolak rasialisme terhadap warga keturunan Asia yang tinggal di Amerika Serikat.

Menilik akun media sosial dari pemilik Erigo, Muhammad Sadad, dirinya menyatakan bahwa Erigo sebagai salah satu brand Indonesia merasa perlu untuk turut serta menyebarkan pesan tersebut.

“Erigo merupakan satu-satunya brand Asia, yang sudah menyebarkan pesan #StopAsianHate melalui Billboard Times Square, New York”, tulis Sadad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here