Masyarakat Indonesia di Ningbo Gelar Suwidak Loro

Laporan

Indah Morgan

Acara pentas seni bertaraf Internasional diselenggarakan oleh Permit Ningbo dan Djas Merah, salah satu kesenian dihadirkan  Suwidak Loro. Acara ini ditujukkan kepada masyarakat Indonesia di Ningbo dan semua masyarakat asing yang berada di Ningbo. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk menunjukkan budaya Indonesia kepada seluruh warga asing yang berada di China. Kami juga ingin menunjukkan bahwa murid-murid Indonesia di Ningbo mempunyai satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia.

Selain acara utama pentas seni Suwidak Loro, masyarakat indonesia yang tergabung dalam Permit Ningbo dan Djas Merah membuat bazaar mini yang berisikan 5 booth kecil yang mencerminkan budaya-budaya di Indonesia. Di antara lainnya adalah budaya Jawa, Bali, Manado, Padang dan NTT. Di booth mini tersebut disediakan makanan khas daerah masing-masing. Tujuan dari bazaar ini adalah untuk memperkenalkan kecantikan dan keindahan dari keaneka ragaman budaya di Indonesia. Banyak lho orang dari luar Indonesia yang tertarik dengan budaya kita.
Cerita Suwidak Loro sendiri merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur. Cerita ini mengisahkan seorang anak perempuan buruk rupa yang hanya memiliki 62 helai rambut .Walaupun begitu ibunya, seorang janda bernama Rondo dadapan, sangat menyayanginya dan selalu mendoakan agar kelak ia menjadi permaisuri raja dan hidup bahagia selama lamanya.Tetapi Suwidak tidak diperbolehkan keluar dari rumahnya sehingga dia tidak tahu wajahnya sendiri dan hanya percaya kepada ibunya yang setiap hari mengatakan bahwa ia adalah wanita tercantik yang pernah ada.Kabar tentang kecantikkan Suwidak itupun terdengar sampai ke kerajaan Mataram. Raja dari kerajaan tersebut pun akhirnya mengirimkan ajudannya untuk mencari sang gadis untuk dinikahi oleh sang pangeran. Ketika ajudan raja telah sampai di rumah Suwidak Loro, ibunya tetap melarang siapapun melihat wajah Suwidak kecuali pria yang ingin menikahi anaknya. Singkat cerita sang pangeranpun menyetujui untuk menikahi Suwidak. Keesokan harinya ajudan kerajaan Mataram datang menjemput Suwidak dan mengajaknya untuk datang ke Istana Kerajanan. Sebelum Suwidak pergi, ibunya menutupi wajahnya dengan kain dan memberikan bekal berisi nasi wangi yang di bungkus daun pisang. Diperjalanannya menuju istana, ada seorang malaikat yang berubah wujud sebagai pengemis yang sedang kelaparan. Suwidakpun memberikan bekal itu kepada sang pengemis karena ia merasa bahwa pengemis itu lebih membutuhkannya.
Hal itu membuat malaikan tersebut menyadari kebaikkan hati Suwidak. Iapun bertanya kepada Suwidak apa yang diinginkannya. Suwidak pun bercerita bahwa ia sedih karena ia tidak tahu seperti apa wajahnya. Sang Malaikat pun berkata bahwa kecantikan Suwidak bukan hanya dari hatinya tapi juga wajah yang sangat cantik. Sesampainya di istana, sang pangeranpun menikahi Suwidak dan membuka kain yang menutupi wajahnya. Apa yang dikatakan oleh malaikat tersebut benar bahwa Suwidak berubah menjadi wanita yang cantik jelita. Merekapun hidup bahagia selamanya..
Panitia persiapan yang dilakukan dalam membuat acara ini sangat panjang. Persiapannya memakan waktu selama 4 bulan dan memakan energi yang cukup banyak. Acara ini memiliki beberapa divisi yang terdiri dari divisi event, finance, entrepreneur serta logistic dan diketuai oleh Stephanie Danielle sebagai project leader serta Veronica sebagai vice project leader. Acara ini juga dihadiri oleh para mahasiswa Indonesia yang berasal dari kota lain seperti Hangzhou, Shanghai, Suzhou, dan Nanchang. Ada juga beberapa petinggi seperti para dosen dari Nottingham University dan Ningbo University yang hadir dan beberapa pengusaha yang telah memberikan sponsor untuk kesuksesan acara ini.
Walaupun persiapan acara ini menyita banyak sekali waktu, tenaga dan uang, hasil yang didapat dari acara ini sungguh amat memuaskan. Feedback yang diterima dari para penonton sangatlah positif. Walau secara tertulis acara ini diselanggarakan oleh Permit Nningbo bersama Djas Merah tetapi sesungguhnya semua itu tidak luput dari kerja keras para pemain, semua murid Indonesia di Ningbo. dan diharapkan acara ini dapat berlangsung terus untuk memperkenalkan budaya indonesia di negara luar.
Walaupun persiapan acara ini menyita banyak sekali waktu, tenaga dan uang, hasil yang didapat dari acara ini sungguh amat memuaskan. Feedback yang diterima dari para penonton sangatlah positif. Walau secara tertulis acara ini diselanggarakan oleh Permit Nningbo bersama Djas Merah tetapi sesungguhnya semua itu tidak luput dari kerja keras para pemain, semua murid Indonesia di Ningbo. dan diharapkan acara ini dapat berlangsung terus untuk memperkenalkan budaya indonesia di negara luar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here