Mahasiswi ITS Wakili Indonesia Dalam Ajang ISWA-SWIS 2017

Seorang mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS Surabaya, Galuh Sekar Arum,terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang International Solid Waste Association Solid Waste Institute for Sustainability (ISWA-SWIS) 2017 di Arlington, Amerika 27 Januari 2017.

Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan ini mengenalkan Program Adiwiyata sebagai salah satu penanganan masalah sampah di Indonesia yang membuatnya sukses menjuarai kompetisi esai ISWA-SWIS 2017 dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti program Winter School di Universitas Texas secara cuma-cuma.

“Dibantu oleh ketua jurusan saya, alhamdulillah saya berhasil mendapatkan kesempatan tersebut. Kagetnya, saya adalah satu-satunya yang berasal dari Indonesia,” katanya di Kampus ITS, Selasa.

Arum menjelaskan, Adiwiyata merupakan program yang sudah diterapkan sejak 2006 di banyak sekolah ini rupanya menjadi ciri khas pendidikan manajemen sampah di Indonesia. Program ini. lanjutnya, hanya dapat ditemui di Indonesia dan mulai diadaptasi oleh beberapa negara.

menurut Arum banyak program yang telah diadopsi negara lain,”Salah satu programnya adalah bank sampah dan kini diadaptasi oleh Filipina,” jelasnya.

Mahasiswi kelahiran 1996 ini mengambil studi di Kelurahan Semampir, Surabaya. Arum mengaku program ini terbukti mampu mereduksi jumlah timbunan sampah dengan sangat efektif. Bahkan mencapai lebih dari 12 persen dibandingkan sekolah non-Adiwiyata yang hanya mencapai dua persen.

Hal ini menjadi stimulus yang baik, utamanya bagi anak-anak, untuk terbiasa mereduksi sampah dalam kehidupan sehari-hari.”Bahkan jika diproyeksikan, program ini pada tahun 2026 akan mampu mereduksi sampah hingga hampir 25 persen,” tambah mahasiswi kelahiran 1996 ini.

Berbagai kegiatan Tak hanya program bank sampah, kegiatan sekolah Adiwiyata lain yang turut menyumbang partisipasi reduksi sampah adalah aktivitas komposting. Dalam kegiatannya, siswa tak hanya diajak mengolah sampah organik menjadi kompos namun juga dikenalkan secara langsung dengan program reduksi sampah berbasis 3R.

“Jika dihitung, dari total 16 sekolah yang menjadi sampel angka yang dihasilkan benar-benar mampu mengurangi beban pengolahan sampah di TPA Benowo. Hal ini sangat baik mengingat kapasitas TPA Benowo yang juga mulai berkurang,” paparnya.

Ditanya mengenai program Winter School yang akan diikutinya, Arum mengaku sangat senang. Pasalnya, program ini merupakan acara bergengsi yang hanya akan diikuti oleh 40 partisipan tiap tahunnya dari seluruh dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here