Mahasiswi Indonesia Nadhira Afifa Terpilih Sampaikan Pidato di Wisuda Harvard

Mahasiswi asal Indonesia, Nadhira Nuraini Afifa, terpilih untuk menyampaikan pidato dalam upacara wisuda S2 Harvard T.H. Chan School of Public Health pada 28 Mei 2020.

Untuk menyampaikan pidato dalam momen ini, Nadhira menjalani serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih mewakili angkatannya.

Banyak hal disampaikan Nadhira dalam pidatonya, di antaranya soal kekhawatiran yang dirasakan saat awal menjalani pendidikan di Harvard.

Namun, kekhawatirannya tak terbukti. Pidato Nadhira ditayangkan pada akun Youtube Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Sebelum melanjutkan studi di Harvard, Nadhira menempuh pendidikan dan menerima gelar Medical Doctor (MD) cum laude dari Universitas Indonesia ( UI).

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia membenarkan bahwa Nadhira merupakan lulusan UI. “Nadhira alumni UI yang berasal dari Fakultas Kedokteran. Dia masuk tahun 2011 dan lulus pada tahun 2017,” kata Amelita kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2020).

Amelita mengatakan, pihaknya berharap sepak terjang para alumni UI dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda di Indonesia.

Sumber daya manusia (SDM) Indonesia, lanjut dia, merupakan SDM unggul yang mampu berkompetisi di kancah global.

Lulusan FKUI 2011

Dikonfirmasi secara terpisah, Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam juga membenarkan bahwa Nadhira adalah salah satu lulusan dari FKUI. “Iya benar. Yang pasti bangga. Sebenarnya kalau bicara soal hal ini, lulusan FKUI itu selalu berprestasi kalau melanjutkan studi di universitas-univeristas luar negeri,” kata Ari.

Menurut dia, hal ini membuktikan bahwa lulusan dari Indonesia siap bersaing di univeristas-univeristas ternama di dunia. “Kan Nadhira ini lulusan Harvard, setiap tahun pasti ada alumni FKUI yang juga lulus dari situ dan umumnya mereka terbaik,” jelas dia.

Namun, kata Ari, yang membedakan adalah Nadhira bukan hanya sebagai lulusan terbaik, tetapi juga dipercaya menyampaikan pidato saat wisuda. Menurut dia, menjadi pembicara atau menyampaikan pidato saat wisuda adalah orang-orang terpilih. “Itu kan enggak sembarangan. Jadi misalnya kalau ada yang ingin masuk FKUI dan memang pintar atau jenius, boleh masuk. Itu bisa saya free kan itu,” kata dia.

Ari berharap, dengan prestasi yang saat ini dimilikinya, Nadhira diharapkan dapat terus mengembangkan diri. Secara khusus, Ari memiliki harapan agar Nadhira melanjutkan studinya ke jenjang S-3 dan meraih gelar PhD. “Karena kalau master ini kan baru di tengah, jadi saya berharap dia bisa melanjutkan lagi,” kata Ari.

Terima gelar master di Harvard

Melansir situs resmi Harvard, Nadhira Nuraini Afifa menerima gelar Master of Public Health dari Department of Global Health and Population. Nadhira fokus pada topik nutrisi. Ia terlibat dalam beberapa proyek yang berkaitan dengan anak-anak kekurangan gizi, terutama stunting di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dia sebelumnya bekerja sebagai dokter umum di perdesaan Nusa Tenggara Barat. Ia fokus bekerja pada masalah multidimensi, dari gizi anak hingga kemiskinan. Di luar dunia akademisnya, Nadhira menulis untuk berbagai surat kabar dan menjadi salah satu penulis untuk seri Harvard Chan’s Voices in Leadership.

Setelah lulus, Nadhira akan berbasis di Jakarta untuk membantu Pemerintah Indonesia mengatasi beberapa tantangan kesehatan masyarakat, termasuk pandemi Covid-19. Dia percaya bahwa pengalamannya sebagai dokter dan profesional kesehatan masyarakat akan memposisikannya untuk berkontribusi pada perkembangan Indonesia yang dinamis di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here