Mahasiswa Unpad akan Ikuti Simulasi Sidang PBB 2021

Sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) terpilih menjadi delegasi dalam ajang London International Model United Nations 2021 pada 26-28 Maret mendatang. Ajang tahunan simulasi sidang PBB terbesar di benua Eropa tersebut diselenggarakan secara virtual tahun ini.

Tim delegasi terdiri dari Elizabeth Starla Lenina (FISIP), Raden Devita Rizqiana Irvan (FISIP), Della Camella Prisca Rizky (FISIP), Rifia Azka Nabillah (FISIP), Kezia Paskalia Mononimbar (FEB), dan R. Ghifari Ramadhana Agueni (FEB) Selain 6 orang tersebut, delegasi juga terdiri dari tiga faculty advisors, yaitu Friliana Susanto (FH), Haekal Rais (FEB), dan Cyril Anfasha Firmansyah (FEB).

Ketua delegasi Elizabeth Starla Lenina menjelaskan, dalam simulasi sidang PBB tersebut, delegasi akan berperan sebagai perwakilan satu negara dan dialokasikan pada satu council dengan fokus bahasan tertentu. Nantinya, setiap council akan merumuskan draf resolusi PBB dalam menanggapi permasalahan dunia, seperti pemanasan global, perampasan HAM, hingga konflik kerja sama multilateral.

Elizabeth mengatakan, target delegasi dalam ajang tersebut adalah mampu berpartisipasi secara aktif selama mengikuti konferensi. Makanya, persiapan dan latihan intensif sudah dijalani tim selama tiga bulan.

“Mengharumkan nama Indonesia dan almamater sudah menjadi kewajiban kami sebagai delegasi. Kami harap Bapak/Ibu dan teman-teman di Unpad mendukung kami untuk tetap semangat,” kata Elizabeth mengutip siaran pers Unpad, Minggu, 24 Januari 2021.

London International MUN merupakan kegiatan yang digelar setiap tahun. Pada tahun ini, London International MUN hadir secara virtual dengan mengangkat tema ‘Reimagining Global Governance’.

Unpad aktif mengirimkan delegasinya pada ajang internasional ini. Tidak hanya sebagai peserta, Unpad juga pernah menoreh prestasi membanggakan. 

Tercatat, dua prestasi terakhir yang pernah diraih delegasi Unpad di ajang London International MUN adalah penghargaan ‘Verbal Commendation’ di council International Atomic Energy Agency (IAEA) pada 2018, dan penghargaan ‘Best Diplomacy Award’ di council Disarmament Intenational Security Committee (DISEC) pada 2016.