Mahasiswa Undip Berhasil Ciptakan Pembangkit Listrik dari Sampah

Lima orang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Fisika Universitas Diponegoro Semarang berhasil menciptakan pembangkit listrik dengan memanfaatkan perubahan tenaga panas dari pembakaran sampah.

“Sistem kerja pembangkit ini intinya panas hasil pembakaran sampah kami konversi menjadi energi listrik dengan menggunakan konverter energi,” kata Ketua Tim Penelitian Muhammad Alfin Assyidiq.

sementara itu Alfin menjelaskan, konverter energi yang dia gunakan adalah thermo elektrik. Alat tersebut mampu menghasilkan listrik apabila ada perbedaan panas di kedua sisinya, serta sampah-sampah tersebut bisa dari rumah tangga serta industri. 

“Untuk menciptakan perbedaan suhu kami memasang heatsink di atas pembakaran. Alat itu membuat bagian atas dingin sementara bawah masih panas. Semakin besar perbedaan panas semakin tinggi tegangan yang dihasilkan,” katanya.

Saat ini Alfin dan tim masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan tegangan listrik yang dihasilkan, “Dari hasil uji coba, pembangkit yang kami buat baru menghasilkan tegangan lima volt, ke depannya kami akan coba memakai pendingin sirkulasi air di gedung supaya hasil perubahan panasnya lebih besar,” katanya.

Dirinya menjelaskan, proses pembuatan pembangkit listrik tenaga sampah dilakukan selama tiga bulan sejak Mei hingga Juli 2016. Penemuan tersebut merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah lolos untuk didanai Dikti tahun ini.

Sementara itu Alfin menjelaskan, dia tertarik untuk membuat pembangkit listrik karena latar belakangnya sebagai mahasiswa teknik elektro konsentrasi konversi energi. Selain itu, dia juga ingin hasil penelitiannya bermanfaat bagi masyarakat. 

“Tujuan awalnya kami ingin menciptakan alat pembangkit listrik rumah tangga sederhana untuk memenuhi kebutuhan di desa yang dapat disimpan dalam bentuk baterai,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here