Mahasiswa UI Raih Penghargaan Emas dan Perak dalam Ajang Pimnas ke-32

Karya inovatif mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yaitu “Zat Alternatif Anti Kanker Serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish” dan “Program Taman Berani: Program Peningkatan Pemahaman Berkomunikasi untuk Anak Tuli” berhasil meraih penghargaan Emas dan Perak dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32.

PIMNAS merupakan program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti) di bidang penalaran dan kreativitas mahasiswa. Puncak dan pengumuman juara PIMNAS ke-32 diselenggarakan di Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (30/8).

Peraih medali Emas “Zat Alternatif Anti Kanker Serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam untuk sediaan anti kanker serviks” merupakan karya inovatif dari Tiga mahasiswa jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik UI yaitu Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer.

Mustika menuturkan, “Penelitian terhadap duri ikan Lionfish telah melalui tahap pengujian in vitro di Laboratorium FTUI, dimana terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada.” Mustika mengatakan sangat bangga dan termotivasi ketika hasil penelitiannya bersama tim dapat diapresiasi oleh Pemerintah.

Sedangkan peraih medali Perak “Program Taman Berani : Peningkatan Pemahaman Berkomunikasi untuk Anak Tuli” adalah gerakan pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh mahasiswa Program Studi Indonesia dan Inggris Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI yaitu Ayyubie Cantika Yuranda (Prodi Indonesia), Adhi Kusumo Bharoto (Prodi Inggris), Dara Minanda (Prodi Indonesia), serta Rojali (Prodi Indonesia).

Taman Berani merupakan program inovatif yang dikreasikan mahasiswa UI untuk meningkatkan kualitas anak tuli sehingga mampu bersaing dengan anak dengar. Program Taman Bicara memudahkan anak tuli dalam memahami bacaan, menulis, hingga menyampaikan gagasan. Metode pembelajaran Bahasa Indonesia yang diusung diberi nama Pendidikan Dwibahasa atau disingkat PD.

Ayyubie menuturkan, “Metode PD yang telah diterapkan selama lima bulan di SLB B Dharma Asih di Depok ini dinilai mampu mengatasi kendala komunikasi bagi siswa tuli. Dalam sembilan kali pertemuan, metode ini membuat para siswa tuli mampu berinteraksi lebih aktif dan percaya diri dalam penyampaian pendapat.”

Ayyubie mengaku sangat bangga dan berharap agar Program Taman Berani bisa mendapat perhatian publik, pemerintah, dan pihak terkait lainnya terhadap pengembangan pendidikan khusus. Diharapkan pula metode PD dapat digunakan di SLB-B seluruh Indonesia karena sangat efektif dipakai dalam pendidikan anak-anak tuli.

Diharapkan, karya inovatif mahasiswa UI dapat menjadi insipirasi dan motivasi bagi anak bangsa lainnya agar dapat menghasilkan solusi atas permasalahan bangsa melalui pengembangan pengetahuan. Pimnas ke-32 diikuti oleh 1.614 mahasiswa dan 460 dosen pendamping dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir berharap, melalui Pimnas ini dapat hadir karya-karya inovasi mahasiswa yang lebih kreatif, baik dalam bidang teknologi, sains, sosial, humaniora maupun dalam bidang-bidang lain sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat pada umumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here