Mahasiswa ITS Raih Juara Umum Bridge Model Competition 2017 di Malaysia

Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Surabaya berhasil menjadi juara umum pada ajang Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Bridge Model Competition 2017 di Johor, Malaysia. Dalam lomba tersebut, tim ITS menyisihkan 150 peserta dari negara lain dari berbagai negara, seperti Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Di himpun dari Laman Humas ITS, dengan membuat jembatan yang mengusung tema budaya lokal, dan dari segi desain, jembatan dengan panjang 1,2 meter dan lebar 0,5 meter ini dirancang menyerupai ikon kota Surabaya, Suro dan Boyo. Fathirul Rachman, salah satu anggota tim ITS menjelaskan bahwa filosofi Suro-Boyo mereka tanamkan pada bentuk dari lantai kendaraan dan rangka atas jembatan.

Dari proses pengerjaan oleh mahasiswa ITS, “Jadi rangkanya terispirasi dari bentuk lekukan dari Suro (hiu). Sedangkan lantai kendaraan dari jembatan kita dirancang seperti bentuk badan dari boyo (buaya),” jelas Fathi.

Jembatan yang dibangun dengan material utama kayu balsa ini berhasil mencuri perhatian tim juri. Selain memiliki keunikan dari segi bentuk, jembatan buatan mahasiswa ITS juga unggul dari segi bobot dan daya tahan. Hasil pengujian menunjukkan jembatan tersebut memiliki berat 140 gram dengan lendutan 0,04 mm.

Disamping keunggulan dari bentuk jembatan, Fath mengatakan totalitas tim ITS saat tahap presentasi juga memiliki peran yang besar mengantarkan mereka menjadi juara. Mengikuti saran dari dosen pembimbing, Ridho Bayuaji, tim ITS tampil dengan menggunakan baju dan topi khas Madura. Keunikan budaya Indonesia itu lah yang berhasil menarik perhatian dewan juri.

“Awalnya kita memang ingin memperkenalkan budaya Indonesia, sekaligus agar bisa tampil beda. Syukurnya strategi ini berhasil, ditambah lagi orang-orang di sana juga memang menyukai budaya kita,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here