Mahasiswa Politeknik Surabaya Ciptakan Rem Otomatis Hindari Kecelakaan

APLIKATIF: Calvin Alfa Roji (kiri) menunjukkan cara kerja rem otomatis yang diterapkan pada kereta bayi.

Inovasi keselamatan kereta bayi telah diciptakan tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Radipta Ady Candra, Kuslita Ardhiani, dan Calvin Alfa Roji hal itu digunakan agar rem otomatis terdapat di kereta bayi.

”Alat itu kami desain agar tidak lagi terjadi insiden yang selama ini marak, kereta bayi ngloyor sendiri. Setelah kami teliti, insiden tersebut mayoritas terjadi karena pendorong lupa mengunci rem pada roda kereta bayi,” ungkap Radipta sambil menunjukkan automatic braking baby stroller (astro).

Menurut astro selain rem otomatis juga dilengkapi beberapa alat tambahan. Misalnya, pendeteksi sensor, remote control, dan dua motor penggerak yang diletakkan di kedua roda belakang. Motor itu berfungsi mengerem otomatis saat kereta bayi berada di luar jangkauan pendorong.

Untuk mempermudah operasional alat, tiga mahasiswa D-4 jurusan teknik komputer tersebut menggunakan tiga tombol sederhana. Posisinya berada pada pegangan kursi roda. Tiga tombol itu saling menghubungkan alat dalam sistem otomatis astro. ”Tombol silver
digunakan untuk kalibrasi jarak, merah untuk rem manual, dan kuning untuk kembali menonaktifkan rem,” jelas mahasiswa semester V tersebut.

Jika sudah mode otomatis, astro langsung bekerja maksimal. Termasuk memberi tahu kepada sang ibu jika posisinya saat ini berada jauh dari si buah hati. Misalnya, dalam jarak tiga meter, sensor langsung mengirimkan sinyal pada remotecontrol yang ada pada sang ibu. ”Remote akan bersuara,” terangnya. Astro cukup pakai baterai bertenaga 6 volt dengan tenaga motor mencapai 23 volt. ”Kalau habis, tinggal di-charge ulang,” imbuhnya.

Ke depannya, ketiga mahasiswa tersebut berharap alat yang mereka ciptakan sebagai tugas ujian akhir semester (UAS) itu bisa dipasarkan secara luas. Dengan produksi masal, Calvin berharap angka kecelakaan karena kelalaian penggunaan kereta bayi bisa diminimalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here