Mahasiswa PENS Menjuarai Lomba Robot Internasional di Amerika

Prestasi membanggakan di bidang robotika diperoleh mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). rombongan mahasiswa PENS berhasil memborong banyak medali dalam kompetisi Fire Fighting Robot Contest 2017 di Trinity College, Hartford, AS, pada 1–2 April.

Dalam kompetisi tersebut, mereka harus bersaing dengan pesaing kuat dari negara lain. Misalnya, Tiongkok, Israel, Amerika Serikat, Kanada, Portugal, dan Uni Emirat Arab.

Tidak tanggung-tanggung, dalam kompetisi internasional itu, kedua kampus menggondol banyak medali. Tim dari PENS misalnya. Pada kategori Fire Fighting Robots Senior Division (robot beroda), juara I, II, dan III berhasil mereka raih. Untuk kategori Fire Fighting Robots Walking Division (robot berkaki), PENS mendapatkan juara III.

”Kami juga mendapat penghargaan spesial grand performance mastery prize dan lowest individual score level 3,” terang Effiro Mohamad Alvin Bakhru, ketua tim kepada Jawapos.

Dalam mempersiapkan kompetisi tersebut, tim sepakat melakukan upgrade pada robot. Kecepatan robot yang sebelumnya dibawa ke kompetisi nasional itu mereka tambah.

Tidak hanya menambah kecepatan, tim juga mempersiapkan strategi bertanding. Terutama penguasaan jalur untuk penyelamatan (rescue). Strategi sangat penting karena dalam perlombaan tersebut jalur sangat rumit. ”Jadi, kalau hanya mengejar kecepatan tanpa strategi, pasti kalah,” ucap mahasiswa jurusan teknik komputer itu.

Direktur PENS Zainal Arief mengapresiasi prestasi mahasiswanya tersebut. ”Kami bangga karena jumlah medali yang diperoleh semakin banyak,” terangnya. Sebelumnya, di ajang yang sama pada 2014, PENS berhasil menggondol empat medali di dua kategori berbeda. Tahun ini, medali tersebut bertambah dengan special award.

Untuk seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Indonesia tersebut, Zainal akan memberikan reward berupa beasiswa pascasarjana terapan di PENS. Beasiswa berupa pembebasan SPP penuh selama empat semester. ”Kalau ditotal, per anak mendapatkan Rp 31 juta untuk beasiswa itu,” tegasnya.

Mahasiswa jurusan teknik elektro itu mengungkapkan, selama bertanding, tim sempat mengalami beberapa masalah. Di antaranya, dua jam sebelum bertanding, pipa pemadam pada robot bocor. Kondisi itu membuat mereka panik. ”Tapi, di menit-menit akhir sebelum pertandingan bisa,” ceritanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here