Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Irit Penggunaan Bahan bakar Dalam Penerbangan

Karena Karya inovasinya dalam bidang penerbangan, mahasiwa ITS berhasil mengantongi juara pertama dalam Physics Summit Paper Competition (PSPC). Mereka mengoptimalkan winglet cant adaptif pesawat terbang.

Mahasiswa jurusan Teknik industri ITS ini adalah Reza Aulia Akbar, Bagas Abdurrahman R, dan Rafif Nova Riantama.

Dalam kompetisi bertajuk peran fisika dalam pembangunan bangsa tersebut mereka mengomentari fungsi winglet konvensional. Menurut salah seorang mahasiswa Reza, saat ini winglet cant masih diaplikasikan 60 derajat ketika terbang. Fungsinya membuat pesawat tetap berada dalam posisi statis.

Innovasi Winglet pesawat sendiri diciptakan untuk memotong aliran pusaran pada ujung sayap. Sedangkan sudut cant merupakan sudut vertikal ke atas dari winglet terhadap ujung sayap. Ditambahkan Reza, winglet perlu dikembangkan supaya dapat digunakan pada semua posisi.
“Winglet inovasi kami menyesuaikan posisi take off, climb, dan cruise,” ucapnya. Untuk mengoptimalkan fungsi tersebut, ketiganya menggagas inovasi winglet dengan sudut cant adaptif.
Hasilnya, dari sample estimasi perjalanan pesawat boeing 737-900ER dari Yogyakarta ke Jakarta, winglet dengan sudut cant adaptif dapat menghemat bahan bakar hingga 436,5 liter. Jumlah tersebut mampu menghemat bahan bakar senilai dengan dua juta rupiah untuk sekali penerbangan.
Diharapkan inovasi ini dapat dikembangkan dalam penghematan bahan bakar dan mewujudkan penghijauan bebas dari polusi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here