Mahasiswa Amikom Raih Prestasi Lewat Aplikasi Matrash

Tim dari Universitas Amikom Yogyakarta berhasil membawa pulang medali emas dari ajang Advance Innovatin Global Competition (AIGC) 2019 yang di gelar 15-17 November 2019. Pretasi tersebut didapatkan tim yang tergabung dalam Amicom Computer Club (AMCC) itu dengan mengikutsertakan aplikasi pengelolaan sampah berbasis big data analityc ciptaan mereka bernama Matrash.

Tim AMCC sendiri terdiri dari Selain Syekh Api Ageng yang berperan sebagai product manager, Sandy Priyatna dan Ali Rahmat Ismail yang menjadi programmer dan Riana Anggita Saputri sebagai designer. Dilansir Sindonews, tim yang berpartisipasi pada kompetisi yang diadakan di Nanyang Technological University of Singapore tersebut berhasil mengalahkan lebih dari 80 tim lain dari 10 negara yang turut serta dalam ajang AIGC. Beberapa negara yang ikut dalam kompetisi tersebut diantaranya seperti Jepang, Ukraina, China, Mesir, Thailand dan masih banyak lagi.

Tim Amicom Computer Club (AMCC) yang membuat aplikasi Matrash | foto:sindonews.com

Pembuatan Matrash sendiri berangkat dari keresahan sang penggagas Syekh Api Ageng, terhadap kondisi sampah di Indonesia. Banyaknya sampah yang seringkali menyebabkan masalah lingkungan membuat dirinya cukup prtihatin. Bersama teman-temannya akhirnya pria yang akrab disapa Ageng tersebut, menciptakan Matrash yang pembuatannya rampung pada akhir Agustus 2019.

Dilansir dari kumparan.com ageng menjelaskan dengan aplikasi Matrash, masyarakat bisa memesan layanan angkutan sampah dan menjual sampah mereka. Sampah yang telah diangkut selanjutnya akan diinput pada sistem dan diklasifikasi sehingga bisa memetakan pola konsumsi masyarakat di daerah tertentu.

Ageng memiliki harapan agar data Matrashyang dihasilkan selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menjadi sumber dalam mengupayakan program ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya produk yang menghantar mereka mendapatkan emas pada kategori Information and Communication Technology (ICT) tersebut telah sampai pada tahap riset dan validasi pasar yang dilakukan dengan pendampingan intensif dari amikom Yogyakarta selama 4 bulan.

Meski belum ada di Play Store dan App Store aplikasi Matrash sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Di Kementrian Hokum Dan Ham Indonesia. Hal tersebut merupakan hasil dukungan dari Amikom yang membantu mahasiswanya secara gratis untuk memperoleh HaKI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here