Maharani Perupa Batu Asal Malang dan Budapest Berpulang

Oleh

Chris Utomo

Budapest

Artikel ini ditulis untuk mengenang dan sebagai penghormatan kepada yang tercinta Maharani, 47, pelukis, penulis dan pakar agro trading, barista kopi dan penggiat sosial yang berdomisili di Batu dan Budapest, Hungaria yang baru baru ini berpulang pada tgl 11 Oktober 2020.

Di Hungaria, Rani sapaan akrabnya punya teman pelukis super senior dan nyentrik, indra ketujuh usia 74 (Rani 47) yang tahun ini juga berpulang mendahuluinya pada tgl 24 Maret 2020, dengan demikian tulisan ini merupakan tulisan jilid 3 setelah tulisannya : ”Persahabatan Dua Pelukis, Olah Mara (O Mara) & Maharani” (I) /Agustus 2018. Pertemuan mereka di Dunia lain tentu sangat menyenangkan untuk mereka. Maharani sangat nge fans ke Omara, banyak kesamaan dalam berbagai hal. dan dapat dikatakan sebagai murid walau singkat sekali.

Sebagaimana artikel sebelumnya, di atas persahabatan kedua pelukis sangat erat meski pertemuan hanya setiap setengah tahun sekali. Sepeninggal Omara tanggal 24 Maret 2020 Rani di Batu tetap aktif upaya mengenalkan kehebatan sahabatnya tersebut melalui pameran karya minim koleksi pribadinya yang bersama teman2 perupa Batu menggelar pameran di Galeri Raos, Batu tgl 12-20 Februari 2020 yang menjembatani persahabatan seni rupa antara Timur-Barat. https://www.kabarrantau.com/perupa-hungaria-pameran-kolaborasi-di-raos-galeri-batu/

Dalam edisi harian terkenal Malang Pagi tanggal 11 Oktober 2020, Rani disebut sebagai penggerak Seni Rupa Malang, Maharani yang Aktif mempromosikan karya-karya seniman Malang Raya hingga ke Eropa. https://malangpagi.com/penggerak-seni-rupa-malang-maharani-meninggal-dunia/

Rani sangat peduli akan kelompoknya di Batu/ Malang langkahnya selalu mengarah prioritas membela para perupa, berupaya membangkitkan kepedulian yang berwenang kepada para seniman, agar para perupa memiliki pusat seni di kota Batu dan keberaniannya membawanya melanglang ke Eropa untuk tujuan tersebut sampai didirikan mini galeri pertamanya yang diberi nama Pavilionsix art pertamanya di kota Budapest Hungaria sebagai wadah multigaleri lukisannya dan secara bertahap gandeng karya teman perupa yang dipromosikan di Hungaria dan Eropa, semua atas upayanya sendiri dibantu oleh managernya di Eropa. Kegiatannya cukup padat sebagai single fighter pejuang wanita penggerak seni rupa menurut sahabat sahabatnya.

Dikutip dari Malang pagi, menurut Ketua DKM, Bobby Nugroho turut mengungkapkan Rani adalah sosok perempuan hebat. Kami tambahkan selain melukis, beliau juga penulis dan pengagum kejayaan Islam masa Utsmanijah terlihat dari puluhan tulisannya di media Kabar Rantau ketika Rani berkunjung ke Hungaria. Teman perupa mengenalnya ramah dan enak bergaul dengannya, bersedia berbagai ilmu mengajar lukis kepada masyarakat WNI di Budapest, dan 2 group lokal besar FMG dan Ver-Deco sebagai mitra kolaborasi pameran di Hungaria dan Rumania sangat menyayanginya. sosok Timur bangsa besar yang tak salah digandenganya. Goretan teman dan karya nya diapresi tinggi di Eropa Tengah ini dan Rani pernah menyabet juara I kompetisi lukisan diantara 50 seniors kelompok lokal pada bulan Juli 2018 (di CV terlampir) membuatnya lebih pede.

Menurut para teman perupa karakter goresannya kuat, cenderung magis spesifik kombinasi warna berani dan kalo sedang melukis tak injak bumi lagi. Sebagaimana teman perupa Indonesianya, kepergiannya menghentak kalangan perupa Hungaria yang mengenalnya, 47 tahun too young to die kata mereka. Sampai tulisan ini terus dibicarakan di medsos mereka, dibuatkan tayangan di TV artist group dan media detempat dan pergaulannya yang enak membuahkan hasil. Sebagai ungkapan rasa cinta kami semua, kita atur bersama 2 tribute oleh kelompok perupanya FMG Bezi Peter dan VD Veress Gabriella pada minggu depan tgl 17 dan 21 Oktober 2020.

Kepergian Maharani yang diketahui sedang menyiapkan pameran perdana pasca pandemi Covid-19, tema Narasi Cinta oleh kelompoknya H 8 + yang rencananya akan digelar Desember tahun ini di Kota Batu oleh sahabat sahabatnya tetap dilaksanakan dengan fokus karya Rani dan sahabat lainnya.

Demikian singkatnya, Almarhumah Dwi Rachmatika Maharani dikebumikan di makam keluarga Makam Pangeranan, di Kota Blitar pada hari itu juga. Pesan dan ungkapan bela sungkawa Alumnus Seni Rupa ’92 IKIP Malang sangat menyentuh dan dapat dibaca pada harian Malang Pagi edisi tgl 11 Oktober bahwa langkahnya sudah sampai pada puncak itu. mohon dikhlaskan dan terimakasih doa doanya kepada semua pihak yang mengenal almarhumah. Life is too short, girl!
Tak lupa terima kasih kami juga kepada Bapak Duta Besar RI KBRI Budapest dan isteri, ITPC Budapest dan Kedubes Hungaria di Jakarta dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukungnya. Selamat jalan pelukis tercinta, sahabat dan pejuang dan penggiat seni rupa, we will always love you and you are always the best place in our heart now and forever.

Links :

Persahabatan Dua Pelukis, Olah Mara (O Mara) & Maharani

Mengenang Pelukis Ekstrim Kelas Dunia, O Mara Tinggalkan Kita

https://index.hu/kultur/2020/03/24/meghalt_olah_mara_omara/

Meghalt Oláh Mara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here