Laura Astri Ivo : Menggambarkan Indonesia Dengan Keberagaman, Mengagumkan, dan Keramahan

Salam Sejahtera

Mohon maaf Hanya ingin menyampaikan apa yg saya lihat & rasakan tanpa bermaksud tendensi melihat aksi massa 2 Desember 2016 kemarin.

Saya sejak tadi malam sudah deg-degan, berdoa malam khusuk sampai gemetaran. Saya mengikuti semua proses di lapangan dari para sahabat yg kontra dgn saya (karena saya pendukung Ahok), namun disisi lain saya mencoba memposisikan diri saya seperti mereka dan saya menghargainya.

Apa yg terjadi tadi sangat jauh di luar perkiraan saya. Di tengah ketakutan dan kebenaran kantor saya memberikan ijin pulang dengan cepat, maka saya coba ikut berbaur dgn mereka yg saya anggap jg sebagai saudara saya meski kami berbeda dlm hal pilihan, bukan berarti saya menjadikan itu tameng.

Saya kaget. Damai sekali. Bulu kuduk Saya berdiri, merinding. Saya menangis saat melihat bapak-bapak tua yg kakinya bengkak, kecapean jalan jauh. Saya melihat langsung mereka yg menjalankan ibadah dgn sangat tertib. Saya ditawari minuman teh manis panas (Gratis), saya bilang bahwa saya bukan bagian dari acara ini dan mereka jawab “gak apa-apa mba, ambillah, mba kan saudara saya juga, kami hanya merasa bahagia saja hari ini”.

Sumpah saya kaget. Saya ambil dan saya habiskan teh yg diberikan dan saya melanjutkan jalan saya ke arah tugu tani menuju tempat tinggal saya di Sudirman.

Saya perhatikan wajah mereka sangat bahagia, damai, tidak ada rasa kecewa, tidak ada sedih, mereka justru semakin erat, semakin kenal satu sama lain dan saya meyakini keimanan mereka semakin kuat kepada Allah.

Saya sangat menghargai mereka sebagai saudara saya sebangsa setanah air.

Saya mengacungkan jempol kepada semua pihak yg turut menjaga kedamaian aksi damai hari ini.

Bapak Presiden, Wakil Presiden, Segenap jajaran Pejabat yg turut hadir memantau situasi, dan para saudara sebangsa setanah air yg sangat menjaga situasi.

Akhir kata, saya sebagai seorang yg berbeda sekalipun dgn mereka sangat berterimakasih, dgn kejadian hari ini banyak hal-hal positif yg bisa saya petik dan saya yakin demikian jg dengan pemerintah. Banyak sekali. Introspeksi kepada diri sendiri & bagaimana menyikapi sebuah persoalan.

Majulah bangsaku.
Majulah Indonesia.

Salam 1000 jempol untuk keberagaman Indonesia yg penuh damai.

Laura – Jakarta
02 Desember 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here