Laboratorium Anechoic Chamber Terbesar di Indonesia Ada di Bogor

Ada yang baru beroperasi di pusat teknologi satelit Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang berada di Bogor, yakni fasilitas Laboratiorium Anechoic Chamber. Laboratorium tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi yang juga mengepalai Badan Riset Dan Inovasi (BRIN) Bambang Soemantri Brodjonegoro pada Jumat 21 Februari lalu di Bogor tepatnya di Jalan Cagak, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur. Laboratorium Anechoic Chamber disebut-sebut menjadi yang terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara.

Laboratorium Anechoic Chamber adalah sebuah tempat yang digunakan untuk pengembangan dan pengujian satelit, pengujian Electromagnetic Compatibility(EMC) dan pengujian standar militer Mil-Std 461-F, serta standar pengujian lain guna mendukung pengembangan dan pengujian komponen elektronika serta telekomunikasi.

Laboratorium Anechoic Chamber dirancang dengan ukuran 20 X 11 X 9,9 meter dan mampu meredam gelombang refleksi elektromagnetik dengan rentang frekuensi mulai dari 100 Khz sampai 40 GHz. Peredam suara dalam ruangan tersebut berada di setiap dinding ruangan tersebut yang dilapisi dengan Wedges yakni material yang memiliki daya serap tinggi dan berbentuk piramida yang puncaknya mengarah pada pusat ruangan.

Kunjungan Kerja Menristek ke LAPAN | Foto : BRIN

Selain datang dan meresmikan Laboratorium Anechoic Chamber, Menristek juga meninjau beberapa fasilitas yang ada di LAPAN, termasuk Ruang Assembly, Integration andTest (AIT), Mission Control Center, dan Antenna Full Motion. Dalam arahannya, Bambang Soemantri Brodjonegoro menyampaikan rasa hormat dan mngapresiasi kinerja dan dedikasi serta pengabdian jajaran LAPAN atas pencapaian dan pengembangan hasil karya dan inovasi teknologi. Menristek juga berharap LAPAN bisa menjadi salah satu yang terdepan di antara Emerging Economy yang kini mulai melirik ke bidang antariksa.

Selain meresmikan Laboratorium Anechoic Chamber, Bambang Soemantri Brodjonegoro juga mengunjungi tempat lain, yakni Pusat Teknologi Roket, dan Pusat Teknologi Penerbangan dan Stasiun Bumi Pengindera Jauh di Bogor. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam memastikan fasilitas penelitian dan pengembangan untuk percepatan penguasaan teknologi penerbangan dan antariksa di Indonesia guna mewujudkan kemandirian nasional.