Kuliner Minang akan ditampilkan di Afrika Selatan

Dokumen foto masakan khas Minang, Sumatera Barat, rendang. (easycookingindo.blogspot.com)

Indonesia kaya akan makanan tradisional, Sejumlah menu masakan Minang akan ditampilkan di Afrika Selatan pada kegiatan Promosi Kuliner Indonesia 2016 yang didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Namibia pada 15-26 Oktober 2016.
Menurut salah seorang anggota delegasi, Dian Anugrah, kegiatan ini merupakan diplomasi melalui makanan dalam rangka memperkenalkan kuliner Indonesia yang dipimpin langsung oleh pakar kuliner Tanah Air Wiliam Wongso.

Dian merupakan salah seorang yang diajak oleh Chef Wiliam untuk menyajikan masakan Minang karena potensi wisata kuliner Sumatera Barat cukup besar dengan beragam makanan yang kaya cita rasa.

“Rencana saya akan menyajikan soto Padang, rendang, sampadeh daging sapi, pergedel dan lainnya,” kata Dian saat diwawancarai antaranews.

Ia mengatakan ini merupakan pengalaman pertama memasak makanan Minang di luar negeri karena sebelumnya hanya membawa menu yang sudah jadi.

“Persiapannya untuk bumbu dan rempah memang harus dibawa khusus dari Padang seperti cabai dan lainnya, bahan mentah cukup disediakan di sana,” ujar dia.

Ia juga menyampaikan akan ada semacam tantangan untuk memasak daging hewan liar di Afrika dengan konsep masakan Padang.

” Acaranya di tiga tempat Windhoek, Namibia dan Afrika Selatan,” ujarnya.

Sebelum berangkat Dian mengharapkan dukungan dari pemerintah Sumbar karena membawa misi memperkenalkan kuliner Minang ke luar negeri.

Dian juga meyakini masakan Minang akan mendapatkan tempat dan sambutan baik di luar negeri belajar dari pengalaman sebelumnya.

“Ketika saya ke Taiwan mengikuti suatu acara dan memperkenalkan rendang yang dicicipi orang-orang dari berbagai negara responnya luar biasa,” ujarnya.

sementara itu Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) pusat Asnawi Bahar mendorong pengembangan industri kreatif berbasis kuliner dan kerajinan sebagai andalan daerah.

“Sumbar memiliki potensi kuliner dengan kekhasan yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga kuliner yang saat ini telah masuk menjadi salah satu subsektor industri kreatif bisa dikembangkan menjadi andalan daerah,” ujar Asnawi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here