Konferensi Islam Indonesia yang Moderat oleh NU, Organisasi Muslim Terbesar

Universitas Radbout bekerjasama dengan NU (Nahdlatul Ulama), organisasi muslim terbesar di Indonesia dan di dunia, akan menggelar konferensi tentang Islam moderat pada tanggal 19 Juni 2019 nanti. Konferensi ini antara lain membahas tema-tema seperti demokrasi, ekologi dan kesetaraan perempuan.

Konferensi ini digelar oleh PCINU Belanda. NU adalah organisasi muslim terbesar di dunia yang beranggotakan sekitar 60 sampai 80 juta orang.  “Di sini banyak mahasiswa S3, yang merupakan warga NU. Mereka meminta saya untuk ikut menyelenggarakan konferensi ini,” kata ilmuwan pengetahuan agama Frans Wijsen di Universitas Radboud.

Gambaran yang salah Wijsen menggarisbawahi, bahwa di Belanda ada gambaran yang salah tentang Islam. “Di Eropa kalau kita berbicara soal Islam, sebenarnya yang dimaksudkan adalah Islam Arab. Tetapi 85 persen muslim tidak tinggal di negara-negara Arab. Negara muslim terbesar di dunia adalah Indonesia yang terletak di Asia.” Menurut Wijsen media juga suka membesar-besarkan segi-segi ekstrem Islam. “Memang ekstremisme bertambah, tapi lihatlah dalam proporsi yang benar, sebagian besar umat Islam masih moderat.”

Aspek diplomatik
Hubungan NU dengan pemerintah Indonesia sangat baik, dan organisasi Islam ini mendukung diplomasi lunak (soft diplomacy) Indonesia: ingin memperlihatkan gambaran (yang lebih moderat) tentang Islam di Belanda dan Eropa. “Maka wajarlah kalau Universitas Radboud menjadi mitra untuk menyelenggarakan konferensi ini, karena Universitas Radboud sejak dulu banyak bekerjasama dengan Indonesia.
‘Seeking the middlee path’
Tema konferensi adalah ‘seeking the middle path’. Wijsen mengatakan: “Ini berarti moderasi. Sebuah tema yang menonjol di dalam Al Quran.” Di konferensi ini akan dibahas kesetaraan perempuan, demokrasi, tetapi juga tema-tema ekologis dan problematik kelanggengan pangan. Wijsen: “Banyak orang tahu bahwa makanan halal bukan hanya terdiri dari hewan yang disembelih, tapi juga berkaitan dengan memperlakukan planet secara langgeng.”

Konferensi ‘seeking the middle path’ ini diselenggarakan pada tanggal 19 Juni 2019, tidak lama setelah bulan Ramadan, bulan untuk bertadabur dan refleksi bagi muslim. Tempat konferensi di Aula Universitas Radbout. Pembicara antara lain Menteri Agama Lukman H. Saifuddin dan Ketua PB NU, Said Aqil Siroj.
Pembicara tahu adalah Syeikh Abdal Hakim Murad (Prof. Timothy Winter, Cambridge).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here