Konduktor Diaspora Indonesia Tampil di Bulgaria

Adrian Prabava yang memimpin Sofia Philharmonic Orchestra pada hari Minggu (5/11) di Bulgaria Hall kota Sofia.

Tidak banyak konduktor asal indonesia yang dapat melanglang buana di tingkat Internasional. Salah satu diantaranya adalah diaspora Indonesia, Adrian Prabava yang memimpin Sofia Philharmonic Orchestra pada hari Minggu (5/11) di Bulgaria Hall kota Sofia. Di hadapan sekitar 700 penonton Adrian memimpin alunan klasik the symphony no. 9 Antonin Dvorak, setelah sebelumnya tampil bersama violinis Dimitar Ivanov.

Dengan gaya yang enerjik, Adrian sukses memukau publik Bulgaria. Tampilan ini merupakan kedua kalinya setelah pertunjukan akhir tahun lalu. Acara ini mendapat dukungan penuh dari KBRI Sofia. Menurut Dubes RI Sofia, prestasi Adrian yang juga membawa nama Indonesia perlu didukung. Di sela-sela acara konser juga dimanfaatkan untuk promosi destinasi wisata dan produk Indonesia. Para penonton dapat menikmati pameran foto keindahan alam indonesia dengan mencicipi kuliner khas nusantara seperti lemper, dadar gulung, dan pastel.

Berawal dari seorang pemain biola, Adrian Prabava menjadi konduktor tingkat internasional. Bertahun-tahun tinggal di Eropa, namanya tidak terkenal di Indonesia. Karir internasionalnya diawali ketika memenangkan kompetisi untuk konduktor muda pada tahun 2005 di Perancis. Lahir dan besar di Indonesia, Adrian belajar menjadi konduktor dari Eiji Oue di the Hochschule für Musik, Theater und Medien Hannover. Lebih lanjut yang bersangkutan juga ikut kelas Jorma Panula, yang menjadi mentornya selain Kurt Masur dan Bernard Haitink.

Untuk tahun ini, jadwal Adrian Prabava diantaranya adalah menjadi konduktor untuk memimpin orkestra di  Luxemburg, Slovakia, Jepang, Turki, Denmark, dan Jerman. Adrian juga mengungkapkan keinginannya untuk dapat tampil suatu saat di Indonesia dengan membawa London atau Sofia Philharmonic Orchestra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here