Kisah Wayang Kulit Memukau Warga Moskow (Festival Indonesia 2 di Moskow)

Eddy Pursubayanto (Kiri) saat presentasi tentang wayang di Festival Indonesia II di Hermitage Garden, Moskow (6/8) (Bina)
Laporan:
Bina Bektiati dari Moskow
Salah satu tempat yang selalu dipadati pengunjung dalam Festival Indonesia II di Hermitage Garden, Moskow adalah presentasi tentang wayang. Di sebuah  tenda putih tertutup dengan luas sekitar 10 x 10 meter persegi, Eddy Pursubaryanto, seorang dalang asal Yogyakarta, menceritakan tentang penggalan-penggalan cerita wayang beserta filosofinya. Pada hari kedua Festival Indonesia, Sabtu 5 Agustus 2017, Eddy mendongeng tentang babak terakhir dalam Ramayana, yaitu Kejatuhan Dasamuka.
Warga Moskow menyaksikan wayang di Festival Indonesia II di Hermitage Garden, Moskow (Bina)
Antusiasme masyarakat Moskow saat menyaksikan wayang di Festival Indonesia II di Hermitage Garden, Moskow. (Bina)

Eddy tidak hanya menuturkan jalan cerita tentang kejatuhan Dasamuka, tapi dia juga mengkaitkan cerita itu dengan tatahan sejarah tentang Ramayana di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Lebih dari 50 orang pengunjung yang duduk di bangku-bangku kayu dalam tenda putih tersebut dengan serius menyimak penceritaan Eddy.

Antusiasme para pengunjung dalam memperhatikan kisah Ramayana bisa terjaga berkat penterjemah bahasa Indonesia ke Rusia bernama Elizaveta Blesnova. Perempuan mungil berambut kuning keemasan tersebut dengan mudah menyampaikan cerita Eddy dalam Bahasa Rusia.

Rencananya, Eddy akan menampilkan pertunjukkan wayang kulit dalam acara penutupan Festival Indonesia II, pada 6 Agustus 2017. Seperti pertunjukan wayang kulit yang disajikan tahun lalu dalam Festival Indonesia I, perhatian pengunjung sangat luar biasa hingga pertunjukan usai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here