Kisah Dokter Mulia Yang Rela Dibayar Seikhlasnya

Dr. Aznan Lelo

KIsah dokter yang berhati mulia menjadi sorotan media, jarang sekali profesi yang mulia ini tak pasang tarif, namun dokter yang satu ini memang istimewa. Sebab dia tidak memasang tarif. Berapapun uang yang diberikan pasien atas jasa yang diberikannya, Pak Dokter ini terima dengan ikhlas.

Pak dokter itu bernama Prof. Dr. Aznan Lelo, Ph.D, SpFK. Di rumahnya, dia melayani pasien yang datang silih berganti dari hari Senin hingga Sabtu, meskipun dirinya tidak memasang papan nama. Sejak sore hingga tengah malam, rumahnya yang berlokasi di Jalan Puri, Kota Medan, Sumatera Utara, itu seringkali ramai pasien

Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini memang mengaku tidak pernah mematok tarif kepada pasiennya. Alasannya adalah keyakinan.”Itu masalah keyakinan. Orang datang untuk berobat, kemudian saya persilakan dan saya bantu. Jadi, dokter tidak boleh memasang tarif,” kata ayah dari 3 anak itu.

Pria berusia 64 tahun yang sudah melayani pasien sejak 1987 ini juga tidak menjual obat. Dia hanya memberi resep kepada pasien yang datang kepadanya. Setelah itu, pasien bebas membeli obat di apotek manapun.”Untuk obatnya terserah mereka (pasien) mau dibeli di apotek yang mana. Saya periksa kemudian memberi resep. Nah, untuk papan nama juga demikian, saya tidak pasang itu. Kalau pasang itu kan ada jamnya, ketika pasien datang tapi ternyata kita nggak bisa kan pasien kecewa. Itu namanya dagang,” tutur dr Aznan.

Rupanya pasiennya tidak hanya masyarakat di seputaran Kota Medan. Sebab ada juga pasien dari Malaysia maupun Belanda yang pernah datang, dan dilayani juga oleh dr Aznan.

“Waktu itu, yang dari luar negeri datang, mereka datang untuk khitanan. Ya saya layani. Mungkin, pasien-pasien yang datang ini tahunya dari mulut ke mulut,” imbuh dr Aznan.

Dalam melayani pasien, dr Aznan tidak pilih-pilih. Siapa saja yang ingin berobat dipersilakan datang. Ketika pasien memberi uang, dokter dengan senang hati menerimanya, tanpa melihat besarannya.

Karena tidak mematok tarif, Berbagai Cara pasien menyerahkan uang pembayaran atas jasa dr Aznan juga berbeda-beda. Ada yang langsung memberikan uang yang sudah dilipat sambil menyalaminya, ada pula yang dimasukkan ke dalam amplop. Bahkan dr Aznan pernah mendapat amplop kosong. Meski begitu, dia tidak kecewa.

“Yang datang kepada saya ini dari anak-anak hingga orang dewasa. Apa saja yang mereka keluhkan kondisi kesehatannya, saya berusaha mengobatinya, apapun itu,” jelasnya.

Salah seorang warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan yang bernama Fadli mengaku sudah dua kali membawa anaknya berobat ke dr Aznan. Dia mengetahui sosok dr Aznan dari tetangganya.

“Nah, ini anak saya demam. Kemudian ya saya kembali ke sini lagi untuk membawa anak saya berobat. Di sini, bayarnya seikhlas hati,” imbuh Fadli.

Pasien lainnya, Hernawati, juga menyebut hal yang sama. Perempuan yang tinggal di kawasan Kota Binjai ini mengaku, baru pertama kali berobat di tempat Aznan.

Setelah memberikan keluhannya, Herna, sapaan akrabnya, diperiksa sebentar. Kemudian dia diberikan resep untuk membeli di toko obat.

“Resepnya juga terjangkau, enggak mahal. Buya bilang sakit saya tidak parah, dan hanya perlu jaga makan agar tidak kambuh lagi. 3 Hari lagi disuruh cek kemari lagi,” ucap wanita yang mengeluhkan nyeri di bagian perutnya ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here