Kisah Cahayadi Kam, Pengamen Asal Indonesia Juara di Ajang Pencarian Bakat Italia

Nama Indonesia harum di industri musik dunia. Penyanyi asal Indonesia Cahayadi Kam berhasil menaklukkan dan menjuarai ajang pencarian bakat All Together Now di Italia.

Pria yang akrab disapa Eki itu mengaku bangga karena bisa mengalahkan dan menyisihkan ribuan peserta. Hal yang membuatnya makin bangga adalah karena mambawa nama Indonesia.

Bagi penyanyi Indonesia Cahayadi Kam (34) yang biasa disapa Eki awalnya pernah menjadi pengamen, memenangkan hadiah sebesar 50 ribu Euro dalam kompetisi yang diadakan di Roma baru-baru ini.

Pada saat remaja Eki yang merupakan putra bungsu dari pasangan Risiat Ko dan Kam Er Tje, sempat menjadi penyanyi di sejumlah kafe di Jakarta. Dia juga seringkali diminta sebagai biduan dalam acara perkawinan (wedding singer).

Setelah bertahun-tahun terjun di industri musik Indonesia, karier pria yang akrab disapa Eki ini justru langsung meroket ketika pindah ke Italia.
“Perasaan saya benar-benar senang dan bangga sekali bisa memenangkan kompetisi tv show di Italia terlebih membawa nama Indonesia,” ujar Eki kepada Antara London, Kamis, (31/12/2020).

Pada malam final Sabtu (16/12/2020) lalu tanpa penonton, Eki melantunkan lagu Italia  yang  berjudul “Tappeto Di Fragole” yang ditulis Kekko Silvestre. Eki menyanyikan lagu tersebut dengan berduet bersama penyanyi Italia, Rita Pavone.

Pada awalnya Eki pindah kota Milan, Italia untuk mengikuti sang istri, Anna Benaglia. Untuk dapat menyambung hidup, Eki pun sempat menjadi pengamen jalanan di pusat kota Milan.

Di depan Duomo, salah satu bangunan terkenal di Eropa, ia melihat banyak pengamen jalanan dan terpikir untuk menjadi salah satu dari para pengamen jalanan itu.
Tetapi tunggu dulu, menjadi pengamen di sana tidak bisa sembarangan menyanyi. Mereka harus melewati proses audisi, seleksi.

“Ada proses audisi, proses pendaftaran, registrasi ke pengelola kota, biodata kita segala macam. Kita mesti di audisi dulu, kalau mereka bilang ‘oke kamu layak menjadi pengamen di sini, kamu dapat license’,” ujar Eki.

Keikutsertaan Eki dalam kompetisi All Together Now bermula ketika tim acara tersebut menonton video dia sedang menyanyi di jalan.

Pihak acara akhirnya menghubungi Eki dan menawarkannya untuk mengikuti audisi. Eki sempat bimbang memutuskan apalagi audisi dilakukan di Roma, sementara ia tinggal di Milan dan saat itu lockdown baru dibuka sehingga harga tiket melonjak.

Akhirnya diantar mertuanya dengan mengendarai mobil selama enam jam, Eki ikut audisi tersebut.

Dalam acara tersebut, terdapat empat juri VIP dan 100 panel yang terdiri dari seratus pakar musik, musisi serta artis yang dipimpin oleh mantan anggota grup musik Spice Girl, Geri Halliwell.

Eki berharap dengan memenangkan kompetisi “All Together Now” dapat menjadi awal dari karir menyanyinya di Milan.

Sampai saat ini, dua serial telah ditayangkan, namun akhirnya awal musim panas 2019, BBC memutuskan membatalkan program setelah seri keduanya berakhir.

Di setiap episode,  penyanyi naik ke panggung,  setiap penampilan dinilai oleh ‘The 100’ –Akhirnya ajang pencari bakat di televisi Inggris di BBC One itu diadaptasi oleh stasiun televisi di banyak negara lain.

Adaptasi pertama seri Brazil dikenal sebagai Canta Comigo, diikuti edisi Denmark dan Australia dengan judul “All Together Now” dan Polandia berjudul “Śpiewajmy Razem”.

Sejak 2019, banyak negara lain menjadwalkan edisi lokalnya termasuk Prancis (Together, tous avec moi), Jerman (Sing Mit Mir), Italia dan Belanda (All Together Now).

Mulai tahun 2021, Malaysia juga akan  menjadwalkan versinya sendiri dengan judul “All Together Now Malaysia” dan Malaysia, negara pertama di Asia memiliki All Together Now versinya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here