Khansa Syahlaa Aliyah, Gadis Cilik Pendaki 5 Gunung Tertinggi Indonesia

Khansa Syahlaa Aliyah

Umumnya mendaki gunung di sukai oleh orang dewasa, namun gadis cilik Khansa Syahlaa yang masih berumur 10 tahun ini telah menaklukkan pendakian marathon lima dari tujuh gunung tertinggi di Indonesia.

Ya, gadis cilik yang baru duduk di kelas V di sekolah Daar el-Salam, Bogor, itu sudah menjelajahi enam gunung tertinggi di Indonesia. Bahkan, Juli, Khansa ‎akan menuntaskan rangkaian Seven Summits-nya, yakni menaklukan Gunung Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya, Papua.

Kelima gunung yang berhasil didaki oleh perempuan imut ini adalah Gunung Semeru (3676 MDPL), Gunung Latimojong (3478 MDPL), Gunung Kerinci (3805 MDPL), Gunung Binaiya (3027 MDPL) di Pulau Seram-Maluku, dan Gunung Rinjani (3726 MDPL) di Lombok-NTB.

Khansa Syahlaa mengawali hobi dengan mendaki Gunung Semeru saat ia masih berusia 7 tahun. Bahkan orangtuanya pun tidak pernah berekspektasi bahwa gadis cilik ini akan dapat menaklukan gunung-gunung tertinggi diusia semuda ini.

Orangtua Khansa selalu mendukung tekat dan kemauan anaknya, adapun wujud dukungan ini salah satunya adalah dengan selalu memberi motivasi dan latihan fisik supaya si kecil tetap kuat.

Gadis kecil Umur 11 tahun yang lahir di jakarta 16 maret 2006 dan sekolah di SD daar el salam Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini, mengaku  tanpa menganggu aktivitas sekolah, Khansa Syahlaa selalu ikut mendaki gunung di setiap liburan sekolah

Aulia Ibnu Sina, Ayah Khansa memaparkan bahwa ia selalu memberikan berbagai penjelasan kepada si kecil sebelum naik gunung. Baik tentang kondisi cuaca, kondisi jalanan, risiko yang akan dihadapi, dan lainnya. Selain itu, sebagai orang tua Aulia juga selalu memberi pengertian kepada Khansa untuk selalu tabah dalam menghadapi berbagai halangan dan rintangan ketika di jalan.

“Sejak Umur 5 tahun khansa sudah dikenalkan dengan alam pertama kali mendaki gunung Bromo terus diajak camping hikking ke air terjun dll. kami mengajak khansa ke alam atau ke gunung adalah  bagian dari pembangunan Karakter agar tumbuh untuk mengerti arti suatu perjuangan. tidak mudah menyerah belajar mandiri ,sabar dan membentuk pribadi yang Berani bekal untuk kehidupan khansa kelak Dewasanya nanti.” ujar ayah Khansa.

 

Tantangan lainnya dihadapi Khansa di Gunung Kerinci, Provinsi Jambi. Dia berhasil mendaki gunung dengan trek curam dan penuh abu vulkanik. Siswi SD Islam Darussalam di Gunung Putri, Bogor itu dikenal ayahnya sebagai anak yang sangat tabah dan tenang. Jarang sekali dirinya mengeluh karena capek ataupun bosan. Bahkan di bulan Ramadhan, Khansa masih menjalani latihan fisik seperti jogging dan naik-turun tangga pada pukul sembilan malam.

Kini bermodalkan latihan fisik, mental dan doa, Khansa dan ayahnya bersiap untuk menaklukan dua puncak tersisa di daftar seven summit. Dua puncak yang dimaksud adalah Bukit Raya di Kalimantan dan Cartenz di Papua.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here