Keren, ada Angkot Indonesia Karya Mahasiswa Indonesia di Jerman

Angkot merupakan transportasi umum yang akrab dengan masyarakat Indonesia. Namun baru-baru ini Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman meracik Volkswagen Transporter (T4) tahun 1994 menjadi sebuah angkot. Bagaimana ceritanya?

Dikutip dari Deutsche Welle, Jumat (13/8/2021) mahasiswa Indonesia bernama Hajar Asyura itu sedang mengenyam pendidikan di Kunsthochschule für Medien (Academy of Media Arts Cologne).

Dia mengubah mobil VW T4 keluaran tahun 1994 menjadi angkot. Karyanya dipajang dalam pameran terbuka mahasiswa di kampus seni yang terletak di Köln, Jerman itu.

“Gue refleksikan kembali ke sistem transportasi yang ada di Indonesia. Sangat ikonik, dan mungkin sangat dominan juga adalah tidak lain, tidak bukan yaitu angkot,” sambung dia.”Ide awalnya dulu, balik lagi pas dulu gue datang pertama kali ke Jerman. Salah satu hal yang bikin gue terkesan sistem transportasinya di sini yang sangat sangat maju,” kata Hajar.

Angkutan Kota karya Mahasiswa Indonesia yang kuliah di JermanAngkutan Kota karya Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman Foto: DW

Beberapa detail dibuat semirip mungkin dengan angkot yang ada di Indonesia. Pertama, stiker trayek dan kode nomor. Hajar memasangkan trayek angkot Thielenbruch – Bonn Bonn Hauptbahnhof (HBF).

Selayaknya angkutan kota yang ada di Indonesia. Bagian dalam mobil juga dimodifikasi, formasi bangku dibuat saling berhadapan antara baris sebelah kiri dengan baris sisi kanan.Pada bagian samping, Hajar juga menempelkan berbagai stiker yang identik dengan jejeran angkot di Indonesia. Misalnya tulisan “Angkutan Kota”, kata mutiara “Pulang Malu, Nggak Pulang Rindu” hingga kata plesetan seperti “New Fear The Me Anak Is Three” (nyupir demi anak istri)

Angkutan Kota karya Mahasiswa Indonesia yang kuliah di JermanAngkutan Kota karya Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman Foto: DW

Perbedaan konfigurasi terletak pada bukaan pintu yang berada di sebelah kanan. Sebab Jerman diketahui merupakan negara dengan kemudi di sebelah kiri.

Angkot buatan Hajar tersebut menarik diaspora Indonesia yang datang ke pameran.

“Sangat senang, baru pertama kalinya gue ngeliatin angkot model seperti ini di Jerman,” ujar Ihsan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here