Kerajinan Tas Rotan Khas Bali Diminati Turis

-DIMINATI: Perajin rotan asal Dukun, Ernawati (kiri), mengecek hasil produksinya.

Bali dikenal sebagai pangsa pasar yang bagus, selain karena sebagai destinasi wisata dunia, Persaingan pasar mendorong pelaku usaha lebih kreatif. bermunculan Pelaku usaha kerajinan rotan pun mulai membidik pasar baru. Mereka mendekati turis luar negeri melalui Bali.

Suvenir dengan berbahan dasar rotan semakin diminati oleh turis. Salah satu andalan pelaku usaha kerajinan rotan adalah tas. Jenis produk tersebut paling laris. Tas rotan lebih diminati selain daripada keranjang, pigura, dan guci.

salah seorang pengrajin mengatakan meningkatnya minat turis untuk membeli tas dari rotan’’Saya lebih banyak memproduksi tas,’’ kata Ernawati, perajin rotan asal Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun.’’Bali menjadi pasar baru. Kami rutin memasok produk ke kawasan wisata itu,’’ lanjutnya. Dia menuturkan, pengiriman barang ke Bali baru dilakukan tahun ini.

sementara itu untuk memenuhi pasokan Erna mampu memasok minimal 20 tas sebulan. Harga per tas mencapai Rp 175–350 ribu. ’’Harganya bisa lebih tinggi, tergantung bentuk dan aksesorinya,’’ ucapnya.

Saat ini Kota Pudak menjadi salah satu basis kerajinan rotan. Minimal ada 200 pelaku usaha dari kerajinan tersebut. Kehidupan perajin kerap dibantu jasa perbankan dan lembaga perkreditan lainnya.
Jalinan kemitraan menjadi kunci pengusaha untuk bertahan dan bersaing di pasar. Perajin juga perlu bekerja sama dengan perusahaan berskala besar. Dengan begitu, produksi tidak mandek.

Dekranasda Gresik mencatat, total ada 810 perajin. Mayoritas perajin masih berada di kategori menengah. Setiap tahun lahir minimal delapan perajin baru, harapannya agar pengrajin semakin didukung oleh pemerintah setempat dengan memberikan modal serta pemasaran produk lokal salah satunya tas rotan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here