KBRI London Gugah Patriotisme Diaspora Indonesia di Inggris dan Irlandia untuk Berinvestasi pada Diaspora Bonds

Kepedulian dan rasa ingin membangun bangsa masih mengakar kuat di kalangan Diaspora Indonesia. Hal ini mengemuka dalam acara Ngobrol Virtual bersama diaspora Indonesia Inggris dan Irlandia mengenai Diaspora Bonds dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN), yang digelar KBRI London, Sabtu (11/07/2020).

Dengan posisi Inggris yang dikenal sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Diaspora yang tinggal di Inggris dan Irlandia memiliki awareness yang cukup tinggi mengenai aspek penting pendanaan dalam pembangunan.

“Acara virtual ini menjadi ajang bagi para Diaspora untuk bersama-sama mengupas peluang kontribusi mereka dalam menyukseskan program Diaspora Bonds yang akan diluncurkan Pemerintah,” demikian diungkapkan KUAI RI London, Adam M. Tugio saat membuka kegiatan tersebut. KBRI London, jelas Adam, melakukan berbagai upaya komunikasi publik untuk menggugah patriotisme Diaspora Indonesia. Investasi Diaspora Bonds akan mendukung alternatif pendanaan pemerintah untuk mengatasi dampak Covid-19. Selain itu, dukungan konkrit Diaspora akan menggenapi upaya masyarakat di tanah air terhadap program “Bangga Buatan Indonesia”.

Marco Handoyono, salah satu Diaspora yang sudah tinggal 32 tahun di London mengaku berminat untuk berinvestasi pada Diaspora Bonds. “Saya berminat sekali dengan Diaspora Bonds, opsi investasinya saya anggap aman dan menguntungkan, sekaligus dapat membantu pembangunan di Indonesia,” ujar Marco yang cukup fasih berbahasa Indonesia.

Ungkapan Marco ini tampak merupakan cerminan dari pandangan Diaspora Indonesia pada umumnya yang bergabung pada acara virtual ini. Mereka yang bergabung diantaranya berprofesi sebagai akademisi, pelajar, masyarakat umum hingga profesional di berbagai perusahaan di Inggris dan Irlandia.

Plt. Direktur Surat Utang Negara, Deni Ridwan yang bergabung dalam acara tersebut menjelaskan tujuan dan manfaat Diaspora Bonds yaitu untuk membiayai defisit APBN, menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara pemasukan dan pengeluaran Kas Negara dalam satu tahun anggaran dan mengelola portofolio utang negara. “Oleh karena itu rencana penerbitan Diaspora Bonds ini sangat diharapkan menjadi salah satu sumber untuk pendanaan pembangunan. Kontribusi Diaspora Indonesia di luar negeri untuk membeli Diaspora Bonds merupakan wujud nasionalisme sambil melakukan investasi,” pungkasnya.

Untuk memastikan para diaspora Indonesia siap berinvestasi, Maradona Runtukahu, Sekretaris Pertama Fungsi Konsuler KBRI London menjelaskan, perlunya diaspora memiliki KMILN (Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri). “KMILN merupakan salah satu syarat pembelian Diaspora Bonds,” ujar Maradona seraya mengajak diaspora di Inggris dan London untuk mengajukan kepemilikan kartu tersebut. Semakin banyak yang telah memiliki KMILN, maka makin besar pula potensi keberhasilan penerbitan Diaspora Bonds.

GM BNI London, Ujuan Marihot Hadiwidjaja menegaskan kesiapan Bank BNI London untuk memfasilitasi pembukaan rekening bagi Diaspora Indonesia di Inggris dan Irlandia yang berminat untuk membeli Diaspora Bonds nanti. Acara yang diselenggarakan oleh KBRI London bekerja sama dengan Direktorat Surat Utang Negara Kemenkeu, dan Bank BNI London tersebut dimoderatori oleh news anchor Mochamad Achir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here