KBRI Kuala Lumpur Gelar Kelas Motivasi Untuk Para TKI

KUALA LUMPUR – Sekitar 60 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kuala Lumpur, Malaysia, mengikuti kelas motivasi di ruang konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Minggu, 11 Februari 2018.

Peserta kelas motivasi adalah para TKI yang punya masalah ketenagakerjaan. Selama proses pemulangan ke Indonesia, mereka ditampung di Rumah Perlindungan (shelter) di KBRI Kuala Lumpur. ”Kelas ini untuk memotivasi mereka. Juga untuk mengurangi kesedihan dan keputus-asaan untuk sementara waktu,” kata Indah Morgan, pemateri pada kelas motivasi tersebut.

Indah Morgan menuturkan, awalnya para peserta loyo, tak bergairah, mengikuti kelas. Beberapa orang bahkan tampak murung, karena permasalahan yang dihadapi begitu berat. ”Namun akhirnya mereka berubah menjadi ceria. Suasana pun menjadi hangat,” katanya

Permasalahan yang membelit para TKI antara lain soal ijin kerja, gaji yang tak dibayar, tindak kekerasan oleh majikan serta masalah keimigrasian. ”Salah satu tantangan KBRI Kuala Lumpur adalah semakin banyaknya TKI yang tak mampu mengatasi permasalahan, bahkan yang terkecil sekalipun. Itu menjadikan shelter KBRI selalu penuh dengan kasus yang bervariasi,” ujar dia.

Menurut Indah, para TKI seharusnya mendapat pembekalan dan pelindungan yang cukup sejak dari Tanah Air. Mereka misalnya diberi pengetahuan tentang hak dan kewajibannya.”Jadi KBRI tidak harus ibarat memadamkan kebakaran yang semestinya bisa di cegah di hulu,” ujarnya.

Ia mengambil contoh ada TKI yang sungkan menagih gaji ke majikannya setiap bulan. Masalah muncul ketika belakangan sang majikan tak mau membayar gaji tersebut. “Tenaga kerja asal Indonesia memiliki tenggang rasa yang tinggi, mereka canggung menagih gaji yang menjadi haknya,” kata aktivis yang gigih memperjuangkan hak –hak buruh migran asal Indonesia itu.

Sementara Sekretaris Pertama Konsuler di KBRI Kuala Lumpur, Yulisdiyah Kartika Nuswapadi, menuturkan, kurangnya pengetahuan tentang masa kontrak kerja, mengakibatkan banyak TKI yang melewati batas izin tinggal.

“Para TKI harus tahu bagaimana alur proses kepulangan dan masa habis kontrak. Lalu kalau diperpanjang kontraknya harus bagaimana,” katanya.

Yang tak kalah pentingnya, menurut Yulisdiyah, rencana yang matang ketika TKI mau pulang. “Mereka harus punya rencana, mau melakukan apa. Misalnya mengikuti program pelatihan wirausaha atau langsung berwirausaha dengan tabungan yang dimiliki sehingga tidak perlu kembali bekerja sebagai TKI informal di luar negeri,” katanya. (Saeni Djudira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here