Kapten Budi Soehardi Pahlawan Bagi Ratusan Anak

Sosok pilot yang satu ini begitu menginspirasi. Ia mendirikan panti asuhan bagi anak terlantar dari gajinya sendiri

Kini banyak diperbincangkan media sosial tentang sosok orang Indonesia yang sangat berhati mulia,tidak banyak yang mengenal Budi Soehardi. Namun, di Nusa Tenggara Timur (NTT), pilot pesawat Singapore Airlines ini dijuluki sebagai malaikat.

sosok seorang Budi Soehardi pria Indonesia berumur 53 tahun mendapatkan award dari CNN Hero atas jasa-jasanya yang telah peduli terhadap kemanusiaan, dengan pengalaman sebagai Captain Pilot di Singapore Airlines, selama lebih kurang 11 tahun tinggal di Singapura. Pria ini meninggalkan kehidupan yang “glamour” dan “luxurious” di negara kota mewah Singapura, bersama Peggy sang isteri dan tiga anaknya. Mereka kemudian lebih memilih tinggal di Penfui timur, Kupang, dengan membangun rumah Panti Asuhan yang diberi nama “Roslin” untuk menampung anak-anak terlantar yang sebagian besar dari pengungsi Timtim,

Kapten Budi mulai tergugah untuk membantu anak-anak di NTT setelah melihat tayangan di salah satu tv swasta nasional. Tayangan itu memperlihatkan kondisi para pengungsi Timor Leste yang menyedihkan. Setelah berdiskusi, ia dan istrinya memutuskan untuk membatalkan liburan keliling dunia dan berkunjung ke tempat pengungsian warga ex Timor Timor.

Setelah memikirkan masak-masak, Budi memutuskan untuk membesarkan bayi-bayi yang terlantar. Ia memulai niatnya dengan membesarkan empat bayi. Bayi-bayi itu tak ada yang mau mengurus karena begitu kurus dan dipenuhi luka bernanah.

Sejak tahun 1998, ia pun mulai menyisihkan gajinya sebagai pilot untuk membangun panti asuhan. Pada tahun 2002, Panti Asuhan Roslin berdiri. Dengan niat membantu meringankan beban mereka yang kesusahan, Budi bersama istrinya ingin anak-anak yang mereka besarkan menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Saat ditanya alasan menolong anak-anak tersebut, Budi menjawabnya dengan kalimat yang sederhana.

“Menurut sepengetahuan kami, semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita diperkaya. Alangkah beruntungnya kita berada pada pihak yang memberi dan bukan yang minta dibantu dalam pemenuhan kebutuhan kita,” tutur Budi.

Kini, ia menjadi ayah angkat bagi ratusan anak di Kabupaten Kupang, NTT. Setiap anak di panti asuhan tersebut, wajib bersekolah dan belajar ilmu bercocok tanam.

Pada tahun 2009, atas upaya tulusnya berbagi kebaikan pada sesama, ia dianugerahi penghargaan “The Real Heroes” dari CNN, kantor berita dari Amerika Serikat. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapat penghargaan tersebut.

“Saya tidak pantas disebut pahlawan. Perkenankan saya, memperkenalkan pahlawan yang sesungguhnya. Istri saya, Peggy,” tutur Budi di atas panggung saat menerima penghargaan.

Budi Soehardi membuktikan kepada dunia, bahwa dirinya beserta Peggy sang isteri dan ketiga anaknya adalah orang-orang yang benar-benar tulus dan berhati mulia. Orang-orang yang tidak banyak omong, akan tetapi langsung berbuat untuk mengangkat harkat sesama, menyelamatkan “masa depan suram” dari anak-anak yang terpaksa hidup tanpa belas kasih ayah dan ibunya. Budi “the man of action”, mewakili Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here