Juru Masak Asal Indonesia Unjuk Kebolehan Dalam Gala Charity Dinner Ekuador

seorang juru masak asal Jawa Tengah yang kini bertugas sebagai juru masak di Wisma Duta RI Quito, Ekuador, Alousius Marino,  menunjukkan kebolehannya memasak makanan khas Indonesia di hadapan ribuan tamu gala charity dinner “Una Mesa, Mil Sonrisas” (19/3).

Gala dinner yang diselenggarakan di Crystal Palace  Itchimbia, Quito ini dihadiri oleh sekitar seribu orang tamu tersebut menampilkan lebih dari seratus hidangan yang dibuat oleh juru masak hotel dan restoran papan atas di Ekuador. Hidangan yang ditampilkan mulai dari hidangan pembuka, berbagai salad dan sup, makanan utama serta hidangan manis sebagai penutup. Tak terhitung berbagai makanan dari Meksiko, Italia, Ekuador, Indonesia, Jepang hingga India dan Hungaria dihidangkan malam itu.

Rino, begitu sapaannya sehari-hari, terpilih menjadi satu dari seratusan orang juru masak pilihan di Ekuador untuk menyajikan makanan dalam acara penggalangan dana oleh Triada Foundacion, sebuah yayasan sosial di Ekuador yang mencari dana untuk membantu mereka yang mengalami berbagai macam penyakit neurologis di Ekuador.

Kegiatan “Una Mesa, Mil Sonrisas” ini digelar setiap dua tahun sekali dan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Ekuador mulai dari pejabat pemerintah, kalangan bisnis, korps diplomatik, ekspatriat serta selebriti Ekuador. Untuk dapat hadir dalam penggalangan dana ini setiap orang harus membayar tiket masuk sebesar $80 sebagai donasi selain pengumpulan donasi dari penjualan minuman.

Dalam kesempatan ini, Rino yang pernah menjadi juru masak di Kura-Kura Resort di Karimun Jawa ini diminta khusus oleh Henry Richardson Moreno, seorang juru masak yang juga pemilik sekolah masak terkenal di Ekuador, untuk menyajikan salah satu makanan khas Indonesia yakni Sate Ayam yang masuk ke dalam 40 makanan Indonesia yang dikenal di mancanegara.

Selain Sate Ayam, KBRI Quito juga memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan Putu Ayu kudapan khas Indonesia yang bahan bakunya cukup mudah didapatkan di Ekuador. Putu Ayu ini disiapkan khusus oleh Sonnia Fortunata yang bersama Marino saat ini bertugas di Wisma Duta RI Quito.

Sesuai tema “Una Mesa, Mil Sonrisas” atau Satu Meja, Seribu Senyum tersebut, malam penggalangan dana berlangsung meriah. Tamu-tamu yang hadir hilir mudik mencicipi hidangan yang disajikan termasuk Sate Ayam yang disajikan unik dalam sebuah gelas, serta Putu Ayu dari Indonesia.

Selain menikmati berbagai hidangan para tamu juga dihibur dengan iringan musik Latin hingga pop jazz. Tak ketinggalan bailar atau menari yang menjadi kebiasaan di Ekuador.

Duta Besar RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono menyatakan bahwa ini merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi kulinernya kepada masyarakat Ekuador.

“Indonesia patut berbangga, karena juru masaknya terpilih menjadi salah satu juru masak pilihan dalam acara ini. Selain Indonesia, perwakilan asing yang diminta partisipasinya adalah Hungaria, namun Hungaria tidak memiliki juru masak khusus. Alousius Marino juga sudah diminta beberapa restoran untuk menampilkan kebolehannya memasak makanan Indonesia”, ujar Duta Besar Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Keikutsertaan juru masak Indonesia ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan potensi pariwisata dan kuliner Indonesia di Ekuador khususnya di kalangan atas Ekuador dan pada akhirnya dapat mendorong lebih banyak kunjungan wisatawan Ekuador ke Indonesia serta mendukung rencana pembukaan restoran Indonesia di Ekuador. Juru Masak Indonesia Unjuk Kebolehan di Ekuador.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here