Juara Microsoft Cup, Mahasiswa Indonesia Ciptakan Pendeteksi Berita Hoax

PERLU PERBAIKAN: Dari kiri, Adinda Budi Kusuma, Tifani Warnita, dan Feryandi Nurdiantoro. Mereka menunjukkan situs mesin pendeteksi hoax karyanya.

Berita hoax atau berita bohong makin meresahkan masyarakat. banyak sekali kasus berita bohong yang amat meresahkan masyarakat, untuk itu Tiga mahasiswa ITB berhasil menciptakan mesin pendeteksi berita abal-abal itu.

Tim Mahasiswa Indonesia dari Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam tim CIMOL, berhasil mengembangkan software pendeteksi berita hoax atau Hoax Analyzer dan mengantarkan mereka maju ke final Microsoft Imagine Cup Regional Asia Tenggara.

Hoax Analyzer adalah aplikasi berbasis web yang bertujuan memerangi penyebaran berita palsu atau hoax. Aplikasi ini mampu mengidentifikasi hoax pada sumber informasi tertentu.

Dalam keterangan tertulis dari Microsoft, tim CIMOL mengharapkan penemuan mereka membantu pengguna menyaring informasi palsu dan memverifikasi sumber klaim sebelum menyebarkan.

Dikutip dari laman itb.ac.id Tim CIMOL ITB berhasil menyisihkan berbagai pengembang muda lainnya dari seluruh Indonesia dan keluar sebagai juara Imagine Cup 2017 tingkat nasional yang diadakan oleh Microsoft. Dengan inovasinya yang dikenal sebagai “Hoax Analyzer”, Feryandi Nurdiantoro (Teknik Informatika 2013), Tifani Warnita (Teknik Informatika 2013), dan Adinda Budi Kusuma Putra (Sistem dan Teknologi Informasi 2013) mendapatkan kesempatan untuk maju ke Imagine Cup 2017 tingkat regional Asia Tenggara.

Tim HeartSound dari Singapura menjadi runner-up pertama, sedangkan tim Opticode dari Filipina keluar sebagai runner-up kedua pada kompetisi ini.

Sebagai juara tim akan melakukan perjalanan inovasi ke tingkat berikutnya pada Imagine Cup World Finals di Seattle, Juli mendatang.

Sebanyak 50 tim mahasiswa dari seluruh dunia akan bersaing untuk mendapatkan hadiah utama sekitar Rp 1 milyar, kesempatan bimbingan dengan CEO Microsoft Satya Nadella, serta hibah dan kredit dari Azure untuk realisasi pemasaran produk.

Selain Indonesia, Singapura dan Filipina, empat tim mahasiswa lainnya dari seluruh wilayah Asia Tenggara juga terpilih untuk bersaing pada Final Dunia untuk pengakuan atas usaha mereka dalam berinovasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here