Jelang Pemilu Selandia Baru, Anggota Parlemen Keturunan Indonesia Berbagi Cerita dengan WNI

Dua minggu menjelang Pemilihan Umum Selandia Baru, KBRI Welington dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Wellington selenggarakan seminar bertemakan “Women’s Role in Democracy” pada Rabu (30/09/2020) . Dalam kesempatan tersebut, anggota parlemen Selandia Baru, Marja Lubeck menjadi narasumber dihadapan sekitar 50 warga dan diaspora Indonesia yang hadir. Marja, yang merupakan politisi dari Partai Buruh, adalah anggota Parlemen Selandia Baru pertama berdarah Indonesia.

“Saya sangat bangga mewakili Indonesia dalam Parlemen Selandia Baru,” sebut Marja saat mengawali paparannya. Dia menceritakan bagaimana kisah masa kecilnya yang selalu didorong oleh ibunya untuk mempercayai nilai bahwa peranan wanita sama pentingnya dengan pria. Saat sesi diskusi dengan Ketua DWP Dewi Yahya, Marja mengutarakan kisah Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern yang dapat dengan tegas mengambil keputusan untuk melindungi negara kiwi tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue Tantowi Yahya menyatakan bangga atas adanya representasi Indonesia di dalam Parlemen Selandia Baru. “Sangat menyenangkan jika kita datang ke Parlemen dan mendapat sapaan ‘selamat pagi’ dari anggota Parlemen,” kata Dubes Tantowi. Indonesia sebagai salah negara terbesar di dunia, menurut Dubes Tantowi, juga dapat mengikuti contoh yang baik dari Selandia Baru tentang bagaimana peran wanita dapat mendukung kehidupan bernegara yang sehat dan demokratis.

Tema demokrasi dalam seminar diambil dengan latar belakang Selandia Baru yang merupakan negara pertama di dunia yang memberikan hak pilih kepada perempuan sejak tahun 1893. Dalam perkembangannya, sebanyak 41% anggota parlemen saat ini adalah perempuan, sementara posisi politik tertinggi seperti Perdana Menteri, Gubernur Jenderal, serta pemimpin partai oposisi juga semuanya dipegang oleh perempuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here