Jajanan Tradisional Indonesia, Kini Naik Kelas

Indonesia adalah negara dengan keberagaman kuliner, tak terkecuali jajanan tradisionalnya. Sejak dulu sampai sekarang, jajanan tradisional memang dicari dan digemari berbagai kalangan usia. Selain karena harganya relatif terjangkau, rasanya pun tak perlu diragukan lagi. Setiap daerah pasti memiliki variasi jajanan tradisional yang berbeda.

Meski beberapa makanan keberadaannya semakin sulit ditemukan, jajanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Menariknya, mengikuti perkembangan zaman, bermunculan pula inovasi jajanan tradisional oleh tangan-tangan kreatif hingga seolah ‘naik kelas’ karena nilai jualnya menjadi lebih tinggi. Yuk, intip jajanan apa saja yang berhasil ‘naik kelas’.

Kue cubit kekinian

Kue Cubit

Kue cubit merupakan jajanan khas Betawi yang umumnya dijajakan oleh pedagang kaki lima di sekolah, pasar, atau pinggir jalan. Kue cubit telah hadir sejak masa penjajahan Belanda. Proses pembuatan dan bentuknya sangat mirip dengan poffertjes, camilan dari Belanda.

Kue ini berbahan dasar adonan tepung terigu dengan rasa manis dan dimasak dengan cetakan baja. Teksturnya lembut, dapat dinikmati matang sempurna atau lumer setengah matang. Kue cubit menjadi jajanan tradisional naik kelas yang populer di kalangan anak muda.

Jika sebelumnya kue cubit hanya memiliki rasa original, coklat, dan pandan dengan toping coklat tabur, sekarang telah berevolusi. Kue cubit hadir dengan beragam rasa seperti green teabubble gum, taro, tiramisu, red velvet dengan pilihan topping sereal, keju, biskuit, marshmallow, coklat batang, dan masih banyak lainnya.

Kue Pancong

Kue Pancong adalah panganan tradisional Betawi yang sudah sangat terkenal digemari sejak era 80-an dan 90-an. Jajanan ini biasanya dapat ditemui pada acara-acara besar seperti pesta pernikahan atau khitanan masyarakat Betawi.

Tak sedikit kafe atau tempat ‘nongkrong’ kekinian menjual kue pancong sebagai hidangannya, tentu dengan tawaran variasi baru dan unik. Karena itu, harga kue sederhana ini juga menjadi lumayan mahal.

Dahulu kue pancong hanya diberi topping gula pasir, kelapa parut, atau coklat tabur. Namun, kini dapat dinikmati dengan topping coklat leleh, selai buah, aneka buah, keju, green tea, es krim, hingga boba yang semakin menambah cita rasa kue pancong.

Cimol mozzarella

Cimol Mozzarella

Awalnya, olahan Cimol berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Kemudian, cimol dikenalkan ke Kota Bandung pada tahun 2001. Tak butuh waktu lama, jajanan ini menjadi terkenal dan digemari banyak orang di Bandung. Dalam bahasa sunda, cimol berarti aci digemol, yang maksudnya bahan aci dibentuk bulat-bulat kecil.

Cimol terbuat dari tepung kanji atau bahan aci. Proses masaknya digoreng sehingga tekstur cimol renyah dan kriuk. Cimol biasa disajikan dengan taburan bubuk berbagai rasa seperti gurih, pedas, dan lain sebagainya sesuai selera.

Naik kelas, cimol mozzarella kini hits karena banyak para artis dan selebgram yang mempromosikannya. Cimol hits ini hadir dengan isian keju mozzarella leleh nan kenyal saat disantap. Semakin unik, cimol diberi tambahan cocolan saus keju dan bubuk cabai gurih.

Gethuk Bolu Gulung

Gethuk merupakan jajanan kebanggan masyarakat Malang, Jawa Tengah. Saat zaman penjajahan Jepang, bahan pangan pokok beras langka dan sulit ditemukan. Para penduduk lokal Magelang pun berinisiatif memanfaatkan singkong atau ketela pohon. Singkong dipilih sebagai makanan pokok pengganti beras karena mudah ditemui di sekitar tempat tinggal mereka.

Terbuat dari singkong atau ketela pohon yang dikukus kemudian dilumatkan bersama gula, garam, mentega, dan sedikit pewarna makanan. Penjual gethuk memiliki ciri khas tersendiri, mereka menjajakan gethuk dengan musik nyaring di gerobak kelilingnya.

Kalian pasti tak asing dengan bentuk gethuk yang kotak, tapi bagaimana kalau gethuk diubah seperti kue bolu gulung? Tak hanya istimewa di bentuknya, gethuk juga tersedia dalam berbagai varian dan topping yang lumayan bikin penasaran. Diantaranya ada rasa coklat millo, keju, macchiato, taro, dan kurma dengan topping lelehan coklat, coklat putih, coklat moka, parutan keju, potongan kacang almond, dan kurma.

Es Doger

Minuman tradisional asal Cirebon, Jawa Barat ini sering dijumpai di acara-acara besar. Dahulu saat masih dijual pikulan, es ini bernama es serut. Namun, sejak dijual menggunakan gerobak, namanya berubah menjadi es doger, atau kependekan dari es dorong gerobak.

Cocok diminum saat cuaca panas karena rasanya yang segar mampu melegakan tenggorokan. Es doger berbahan dasar susu dan potongan daging kelapa muda, dengan isian tape singkong, ketan hitam, nangka dan alpukat.

Seiring zaman, es doger dimodifikasi lebih kekinian. Untuk isian masih mirip yakni tape singkong, potongan daging kelapa muda, dan ketan, yang membedakan adalah keberadaan es serut merah muda, ketan hijau, parutan kelapa, dan coco foam berbahan dasar santan yang disiram di bagian atas. Teksturnya lembut sehingga dapat disedot langsung tanpa perlu menyantap dengan sendok.

Rasanya masih terbilang mirip dengan es doger keliling, campuran rasa manis dan gurih. Es doger modern ini dikemas lebih ringkas dan dijual di pusat perbelanjaan dengan tujuan bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here