Inisiasi Membangun Kemitraan Koperasi Global

Oleh:

Indah Morgan (Penggagas Indonesia One Stop Center)

Pada tanggal 3 November 2017, beberapa organisasi mengadakan round table discussion di Jakarta yang membahas inisiasi membangun Indonesia One Stop Center. Pertemuan berlanjut  pada tanggal 7 November 2017 melalui  pertemuan terbatas  di kantor koperasi Angkasa, sebuah koperasi terbesar di Malaysia berkantor di Petaling Jaya, Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dari kedua pertemuan tersebut, tercetus inisasi membangun kemitraan koperasi global  untuk membangun perekonomian Indonesia baru dengan mengutamakan perekonomian rakyat, mengangkat kelestarian alam, mengesampingkan korupsi, koalisi, nepotisme, transparan, bertanggung jawab dan siap diaudit. Alasan kedua adalah untuk menyambut tawaran pemerintah menutupi kekurangan pembiayaan 60% dari bujet yang tersedia dengan skema kerjasama PPP (Public Private Partnership).  Skema kerjasama ini merupakan konsep yang melibatkan kemitraan publik dan swasta.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa konsep PPP bukan saja bertujuan menarik dana, tapi juga mendapatkan keahlian, mendorong tata kelola, termasuk juga sumber daya keuangan.  Melalui skema ini, swasta tak hanya berpartisipasi dalam hal pembiayaan, tetapi diharapkan juga berinteraksi kepada swasta dapat terjalin lebih sehat dan disiplin.

Kenyataanya,  hambatan  negara membangun PPP ini terkendala pada soal, siapa pihak   yang menyiapkan proyek tersebut. Ini terjadi lantaran   kesimpangsiuran informasi  yang diterima oleh swasta. Disinilah Indonesia one stop center berfungsi sebagai partner pemerintah  dalam menyelenggarakan proyek nasional.

Peraturan Presiden no 59/2017 telah  menegaskan komitmennya  terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satu objeknya adalah mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja layak. Untuk mencapainya, perlu dukungan dan  program serta  rencana aksi bagi manusia, planet, dan kemakmuran. Bila ketiga hal tersebut tercapai, maka akan memperkuat perdamaian universal dalam kebebasan yang lebih besar. Untuk itulah Indonesia  perlu membuka kesempatan  dan berkolaborasi dari segala bentuk dan dimensi, dengan menghadirkan koperasi internasional dari berbagai negara di Indonesia.

Saat ini Indonesia telah memiliki Badan koperasi bernama Badan Koperasi Indonesia (BUKOPIN).  Koperasi Angkasa Malaysia dan BUKOPIN serta  Institute koperasi Indonesia telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk banyak hal khususnya dibidang koperasi dan perdagangan lainya. Jejaring koperasi internasional pun terus dilakukan. Pada tanggal 14 – 19 November 2017  dilaksanakan international cooperative alliance conference, terdiri dari, Koperasi dari Amerika, Asia, Timur Tengah, China, Eropa dan Inggris. Ini membuktikan bahwa jaringan koperasi global menjadi sebuah kebutuhan  antarnegara.

Dalam pertemuan dengan Koperasi Angkasa, perwakilan daerah menceritakan keunikan, keunggulan, dan kelebihan daerah mereka masing-masing yang bisa menarik para investor untuk berinvestasi di daerahnya.

Salah satu peserta pertemuan di Angkasa dari Cilacap, Jawa Tengah,  Tita Ernawati, memiliki cerita yang menarik di wilayahnya. Dalam pertemuan dengan ANGKASA tersebut dia memaparkan akan kelebihan dan kesempatan berinvestasi di Cilacap.  Ada  sekitar 27,000 jenis belut (Sidat unagi) yang sangat terkenal di Jepang yang tumbuh sangat subur secara alami di lautan Cilapap.   Sidat unagi  ini bisa secara alam beranak-pinak disana karena kesuburan tanah dan air yang ada disekitar perairan Cilacap. Karena  potensi ekonomi yang besar inilah, ada permintaan agar pemerintah nasional mengeruk lumpur (revatilised) agar sidat-sidat bisa kembali untuk berkembang biak di area tersebut dari pada hilang dan musnah.  Apalagi Cilacap telah memiliki  PLTU, sebagai supply terbesar di Jawa Timur & Jawa Tengah dan ada pelabuhan tembul ulung.  Di kawasan ini perluasan pelabuhan, industri, yang sudah berjalan adalah pengemasan sea food, minyak dan beberapa industri lainya.

Dengan mengembangkan kawasan ini bisa dibayangkan berapa jumlah lapangan kerja yang bisa tercipta di sekitar kawasan. Pengembangan kawasan juga otomatis akan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Kerja sama antara koperasi internasional dengan pemerintah daerah berdasar konsep PPP (Public-private partnerships).  Kemitraan antara publik dan swasta ini  sebagai cara  mengembangkan kemampuan sektor swasta lokal melalui usaha patungan dengan perusahaan internasional yang besar, serta peluang subkontrak untuk perusahaan lokal di berbagai  bidang. Bidang itu  seperti pekerjaan sipil, pekerjaan kelistrikan, manajemen fasilitas, layanan keamanan, layanan pembersihan, layanan pengawasan, pemeliharaan dan pelayanan lainya. Pihak pemerintah daerah sebagai publik bermitra dengan masyarakat dan menyampaikan  kerjasama ini dapat meningkatkan ketersediaan dan kualitas layanan infrastruktur yang esensial dan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, meningkatkan peluang kewirausahaan dan pasar (nasional dan internasional). Dengan PPP diharapkan dapat memperoleh manfaat dari proyek tersebut sehubungan dengan layanan infrastruktur, kesempatan kerja dan peluang ekonomi lainnya. Sebagai bukti dasar yang kuat, pendekatan yang lebih inklusif juga mengarah pada hasil pembangunan yang lebih baik untuk generasi berikutnya serta memungkinkan perusahaan dan institusi untuk berperforma lebih baik.
Kebijakan PPP dapat didefinisikan secara luas sebagai kesepakatan jangka panjang antara sektor publik dan swasta agar  saling menguntungkan. Perjanjian ini, berusaha melibatkan sektor swasta  pada pendanaan proyek non-tradisional proyek dengan risiko dan penghargaan dibagi dengan cara baru, misalnya, sektor publik dapat memberikan hak untuk mengumpulkan biaya pengguna, sementara perusahaan swasta menyediakan pembiayaan, inovasi teknologi, dan layanan yang terus berjalan.  Menggunakan PPP secara bertahap meng-ekspos perusahaan milik negara dan pemerintah untuk meningkatkan tingkat partisipasi sektor swasta (terutama asing) dan menyusun PPP dengan cara  memastikan transfer keterampilan yang mengarah ke  nasional dapat menjalankan operasi mereka sendiri secara profesional dan akhirnya mengekspor kompetensinya dengan menawarkan proyek / usaha patungan.
Sebagai gerakan publik dari masyarakat sipil, kami mengundang semua masyarakat Indonesia dimanapun berada untuk berpartisipasi  aktif mengangkat potensi daerah masing-masing, mempromosikan dan menjalin jejaring dengan rekan/kenalan/teman dan relasi yang ada di Luar Indonesia. Bagi anda yang ingin menyumbangkan atau mewakafkan waktu, pemikiran dan ide silahkan menghubungi kami di email:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here