Inilah Desa Terkaya di Indonesia, Pendapatannya Fantastis!

Program pemerintah Joko Widodo berupa Transfer ke Daerah dan Desa (TKDD) membuat beberapa desa terdorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensinya.

Hal itu pulalah yang berhasil direalisasikan oleh Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Desa tersebut mampu memaksimalkan potensi dan berhasil menyulapnya dari desa yang berpendapatan rendah menjadi desa berpendapatan sangat tinggi.

Desa Ponggok berubah 180 derajat, setelah mampu memanfaatkan potensinya dengan maksimal. Rahasianya ada di tangan sang kepala desa yang menggandeng akademisi untuk mengeksplorasi seluruh kekuatan sumber daya alam dan potensi desa, Desa Ponggok yang terpencil dan tidak dikenal orang, kini disulap menjadi Desa Wisata yang tiap minggunya didatangi puluhan ribu wisatawan.

Sebelumnya Desa Ponggok hanya mempunyai pendapatan sebesar Rp80 juta per tahun, kini naik 48 kali lipat menjadi Rp3,9 miliar per tahun dan pendapatan BUMDesnya kini per tahunnya mencapai Rp14 miliar.

Mengenal Desa Kutuh, Desa Terkaya di Indonesia

Desa Kutuh, yang berada di Kecamatan Kuta Selatan di Pulau Dewata layak dinobatkan sebagai desa percontohan yang berhasil mengembangkan potensinya terutama pariwisata. Bahkan, upaya pengembangan potensi pariwisata telah dilakukan oleh masyarakat Desa Badung sejak sebelum kebijakan TKDD diperlakukan. Pasalnya, sejak 1998, masyarakat desa adat setempat telah membentuk Lembaga Perkreditan Desa untuk menyimpan dan menyalurkan dana ke sektor-sektor produktif.

Kepala Desa Kutuh, I Wayan Purja, mengatakan, secara keseluruhan Desa Kutuh memiliki sembilan unit usaha atau Badan Usaha Milik Desa Adat, (BUMDA), yang salah satunya adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Dari dana yang terkumpul di LPD tersebut, penduduk desa pun berinisiatif untuk mengembangkan beberapa lokasi wisata, meliputi :

  • Wisata Pantai Pandawa
  • Gunung Payung Cultural Park
  • Atraksi Wisata Khusus Timbis Paragliding,
  • Atraksi Wisata Khusus Seni dan Budaya

Dengan kualitas pengelolaan dan pelayanan pariwisata yang terus meningkat, Desa Kutuh mampu meraup pendapatan Rp50 miliar.

Keberhasilan Desa Kutuh membuat Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (KEMENDES PDDT) tertarik untuk mengulasnya, ulasan secara lengkap diunggah di channel youtube milik KEMENDES PDDT.

Penghasilan desa Ponggok yang luar biasa ini disalurkan desa untuk berbagai kesejahteraan masyarakatnya, termasuk jaminan kesehatan dan Pendidikan salah satunya melalui program satu rumah satu sarjana.

Keberhasilan desa tersebut membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung memujinya. Melalui sebuah unggahan foto Instagram, dalam caption nya beliau menulis, “Sejak tahun 2015, dengan memanfaatkan Dana Desa, pemerintah Desa Ponggok membangun infrastruktur penunjang pariwisata itu: jalan desa, sanitasi, drainase, MCK, sampai area parkir.”

“Hasilnya? Desa Ponggok berubah menjadi sebuah desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dari pariwisata, Desa Ponggok kini bisa mendapatkan penghasilan sampai Rp14 miliar setahun,” jelas Jokowi.

Berkaca pada hal tersebut, Presiden Jokowi mengajak seluruh desa yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan. Umbul Ponggok bisa dijadikan contohnya.

“Saya mengajak desa-desa lain yang memiliki potensi serupa untuk belajar dan meniru apa yang dilakukan Desa Ponggok ini, apa pun keunggulan desanya,” pungkasnya.

Kedua desa tersebut layak dijadikan percontohan bagi desa lain, berkat kecerdikannya dalam memanfaatkan potensi, Desa Kutuh dan Desa Ponggok mampu bertransformasi dari desa yang berpenghasilan rendah menjadi desa yang berpenghasilan sangat tinggi. Luar biasa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here