Ini 7 Tradisi Unik Perayaan Natal di Berbagai Daerah di Indonesia

Hari ini 25 Desember seluruh umat Kristiani merayakan kelahiran sang juru selamat atau perayaan Natal.

Tak jauh berbeda dari Lebaran, ada banyak tradisi unik yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk merayakan Natal.

Ya, tak hanya bertukar kado atau menghias pohon Natal, masyarakat di berbagai daerah di tanah air rupanya punya cara tersendiri merayakan momen kelahiran Yesus Kristus.

Penasaran? apa saja tradisi unik seputar perayaan Natal?

Berikut daftarnya yang dirangkum Kabarrantau.com dari berbagai sumber!

1. Bakar Batu di Papua

Sekitar 300 mahasiswa dan pelajar IPMNI yang berasal dari Kabupaten Nduga Provinsi Papua melakukan upacara Bakar Batu di Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Senin (31/12). Tradisi memasak daging babi tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur dalam memperingati natal dan menyambut tahun baru 2013. 

Pertama ada tradisi bakar batu di Papua.

Tradisi ini merupakan tradisi memasak makanan di Papua saat Natal.

Batu akan dimasukan ke dalam lubang beserta bahan-bahan makanan yang akan dibakar.

Tradisi bakar batu ini merupakan simbol ungkapan rasa syukur dan kebersamaan warga Papua.

2. Marbinda di Sumatera Utara

Marbinda (Sumatra Utara) (Istimewa)

Dari Papua kita menuju ke Sumatera Utara.

Masyarakat Batak di Sumut merayakan Natal dengan tradisi Marbinda yaitu menyembelih hewan kurban.

Biasanya hewan yang akan disembelih dibeli dari hasil menabung bersama beberapa orang warga.

Pada hari-H warga Batak yang tinggal di Sumatera Utara ini akan melakukan marhobas yang artinya memotong dan membagikan daging hewan yang sudah disembelih.

3. Meriam Bambu di Flores NTT

Dentuman Meriam Bambu Di Flores, Nusa Tenggara Timur (Istimewa)

Tak jauh berbeda dari tradisi Lebaran, warga Flores di NTT merayakan Natal dengan menyalakan meriam bambu.

Berdasrkan budaya Manggarai dan Flores, dentuman digunakan untuk memberitahu kemalangan.

Namun, dentuman meriam di malam Natal mengungkapkan kegembiraan atas lahirnya Yesus Kristus.

Selain meriam bambu, warga Flores juga mengadakan kompetisi membuat Kandang Natal.

4. Kunci Taon di Manado

Festival Kunci Taon Sulawesi (Istimewa)

Tradisi Kunci Taon menjadi penutup perayaan Natal di Manado.

Biasanya, warga akan melakukan pawai keliling dengan berbagai kostum unik dan lucu.

Satu di antaranya adalah kostum santa claus.

5. Lovely December di Toraja

Festival Budaya dan Pariwisata “Lovely December” (Istimewa)

Lovely December merupakan rangkaian perayaan Natal di Toraja.

Festival ini dibuka dnegan pemotongan kerbau belang pada Bulan Desember dan dimeriahkan dengan berbagai lomba.

Sebagai penutup akan dilakukan prosesi Lettoan yaitu mengarak babi sebagai simbol tiga dimensi kehidupan manusia.

6. Ngejot dan Penjor di Bali

Bali bukan berarti tak ada tradisi unik Natalan di Bali.
Menjelang Natal, gereja di Bali memasang hiasan penjor dan melakukan tradisi ngejot.

Yaitu berbagi makanan kepada para tetangga yang beda agama sebagai wujud toleransi dan sikap saling menghargai.

7. Rabo-rabo di Jakarta

Terakhir adalah tradisi Rabo-rabo di Jakarta.

Tradisi ini berlangsung di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara.

Merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu yang berasal dari Portugis.

Setelah selesai melakukan ibadah di gereja, beberapa orang akan saling berkunjung ke rumah tetangga sambil diiringi musik.

Di penghujung acara, wajah setiap orang akan dilumuri bedak berwarna-warni.

Bedak tersebut merupakan simbol penebusan dosa dan saling memaafkan di penghujung tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here