Ingin Menjadi TKI di Luar Negeri, Lengkapi Dokumen Legal

para pekerja migran menghadiri silaturahmi dan halal bi halal di KJRI Shanghai, (16/7)

Jika anda memiliki keinginan untuk bekerja di Luar Negeri atau dalam dikenal menjadi seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia). harus melengkapi diri dengan prosedur yang sah Karena dengan menjadi TKI bukan hanya berharap bisa mendapatkan gaji yang besar dan dapat memenuhi kebutuhannya terutama bagi yang sudah berkeluarga, namun juga mendapatkan perlindungan negara.

Semua itu adalah hak anda, dimana siapa pun berhak bekerja di luar negeri dengan menjadi seorang TKI. Namun saat ini banyak sekali TKI yang tidak memenuhi prosedur alias TKI Ilegal, sehingga tidak mendapatkan pantauan dari kementerian tenaga kerja RI.

Beberapa negara yang menjadi favorite para TKI diantaranya  Arab Saudi, Korea, Singapura, Taiwan, Jepang, Inggris, Australia, dll. Karena mendapatkan kabar bahwa gaji menjadi seorang TKI dinegara tersebut akan mendapatkan gaji besar, walaupun hanya sebagai pembantu rumah tangga.

Selanjutnya, memahami isi dan menandatangani perjanjian kerja yang telah disahkan perwakilan RI, dan wajib mengikuti pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI).

Para TKI juga diwajibkan memiliki kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN) yang diperoleh secara gratis di BNP2TKI, dan jajaran instansinya di daerah.

Setelah, melapor ke Perwakilan RI setelah tiba di negara penempatan, dan setelah kontrak kerja berakhir, kembali ke tanah air dan melapor ke petugas BP3TKI di bandara atau pelabuhan kedatangan.

Modus yang paling sering dilakukan para TKI tidak resmi adalah dengan menggunakan visa umrah atau turis. Padahal, pembuatan visa umrah atau turis sudah diperketat. Namun, ada saja yang berhasil lolos.

Seorang TKI harus memenuhi prosedur yang telah di buat oleh Kemnaker RI sehingga dapat menjadi TKI yang legal di luar negeri.

Silaturahmi  & Halal Bihalal Pekerja Migran Bersama Konjen Shanghai

Tali silaturahmi serta halal bi halal dan untuk pertama kalinya KJRI Shanghai menyelenggarakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang bekerja pada sector domestik (TKI), bertempat di restaurant Bumbu , Jalan West Nanjing, Shanghai . Acara ini di hadiri oleh 30 masyarakat Indonesia pekerja migran dari propinsi Zhejiang dan staff KJRI Shanghai.

Rasa rindu para pekerja migran terhadap makanan Indonesia terobati dengan sajian makan siang yang disiapkan khusus oleh mereka al: bakwan jagung, sambel goreng tempe, gado-gado, kukus ikan, mie goreng, ayam goreng cabe ijo, gudeg nangka dan makanan penutup lainya. Seusai makan siang Ibu Konjen Nining menyampaikan 3 hal:

  1. Keberadaan pekerja migran Indonesia di Tiongkok pada sector domestik adalah melanggar hukum, oleh karena itu dihimbau agar sebaiknya kembai ke Indonesia.
  2. Masyarakat Indonesia yang mengalami kesulitan sebaiknya menggunakan fungsi KJRI Shanghai sebaik mungkin termasuk didalamnya proses kembali ke Indonesia bagi yang tidak memiliki dokumen.
  3. Bila ingin kembali ke Indonesia sebaiknya menghubungi KJRI dan mengindari penggunaan agen gelap.

Kebanyakan para TKI tersebut adalah undocumented yang mana tidak memiliki ijin kerja resmi dari kantor imigrasi setempat. Untuk menjawab pertanyaan TKI yang hadir, pihak KJRI Shanghai membuat selebaran yang diberi judul Prosedur Kepulangan. Prosedur ini bisa dijadikan pegangan dan sekiranya bisa disebar luaskan kepada TKI lainya yang tidak sempat hadir hari ini.

  1. TKI yang bekerja di Shanghai dan masuk wilayah KJRI Shanghai meliputi: propinsi  Zhejiang, Jiangsu, JiangXi, Anhui dapat mengurus kepulangan di KJRI shangai atau lengsung menyerahkan diri ke kanotr Exit Entry office terdekat.
  2. Sebelum menyerahkan diri siapkan alamat majikan selengkapnya mungkin yaitu, nama majikan, nama jalan, nama komplek, apartement, nomer lane, nomer Unit apartment, informasi ini untuk kebutuhan konfirmasi yang dilakuakn oleh kepolisian bahwa perkerja migran tersebut bekerja diwilayah kerja KJRI Shanghai.
  3. Exit – Entry kota Shanghai akan menolak untuk memproses TKI yang berasal dari luar wilayah kerja Shanghai.
  4. Bagi yang berasal dari Shanghai akan di proses oleh kantor Exit – Entry sesuai dengan alamat majikan.
  5. Bagi yang berasal dari luar kota Shanghai namun masih dalam wilayah kerja KJRI Shanghai, akan ditangai oleh Exit Entry Changning distrik, tempat KJRI Shanghai berada namun hal ini akan menyebabkan antrian yang panjang di Changning.
  6. Oleh sebab itu pihak KJRI Shanghai menyarankan agar TKI yang berasal dari luar kota dapat menyerahkan diri ke exit – Entry terdekat dikota masing-masing. Exit Entry akan memberikan kepada KJRI mengenai penangkapan tersebut dan jiga diperlukan akan meminta KJRI untuk datang untuk memberikan SPLP. (Surat Perjalanan Laksana Paspor).
  7. Berdasarkan pengalaman Exit-Entry akan memprioritaskan antrian untuk pemegang passpor yang masih berlaku dan belum setahun sejak kedatangan di Tiongkok.
  8. Setelah menjalani masa tahanan dan mungkin denda:
  9. Bagi yang pemegang paspor yang masih berlaku akan langsung di proses untuk bisa mendapatkan visa keluar (exit permit).
  10. Bagi yang tidak memegang passpor harus kembali ke KJRI membawa surat keterangan selesai proses dari exit entry dan KJRI akan memberikan SPLP. SPLP tsb dibawa kembali ke kantor Exit Entry untuk mendapatkan visa keluar (Exit Permit).
  11. Masa tahanan dan denda ditetapkan oleh kantor Exit Entry.
  12. Setelah mendapatkan Exit Permit TKI sudah bisa memesan ticket pesawat untuk kembai ke Indonesia.

CATATAN;

Dalam proses kepulangan baik pihak KJRI maupun pihak Exit Permit akan melakukan wawancara dengan TKI, diharap menjawab dengan jujur sesuai fakta. Keterangan yang bohong dan berbelit-belit akan menghambat proses kepulangan.

Diharapkan TKI bisa saling membantu KJRI, proses kepulangan TKI membatu proses TKI dengan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Visa turis tidak bisa diubah menjadi visa kerja yang artinya meskipun majikan bersedia menjadi sponsor, TKI tetap harus pulang terlebih dahulu ke Indonesia dan mengurus visa kerja dari Indonesia. Persyaratan mengenai visa kerja bisa ditanyakan kepada exit entry office atau kepada Kedutaan Besar RRT di Jakarta atau Konsulat RRT di Medan, Denpasar dan Surabaya.

Perwakilan RI hanya dapat memperpanjang passport bagi WNI yang memiliki ijin tinggal bukan visa turis.

Sebagai penutup acara pada hari Minggu tersebut, hadir pula Indah Morgan, penulis buku kita bisa berdaya yang memberikan motivasi dan inspirasi. Indah menyampaikan bahwa TKI yang hadir pada hari ini merupakan TKI pilihan dan istimewa. Keistimewaaan ini perlu dijaga agar tetap semangat didalam bekerja, mengatur waktu dan keuangan demi masa depan yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here