Indonesia Terpilih Menjadi Chairperson of International Fund for Agricultural Development (IFAD) Governing Council

Foto IFAD GC3

Indonesia secara aklamasi terpilih sebagai Chairperson of International Fund for Agricultural Development (IFAD) Governing Council/ Ketua Dewan Pengarah Badan Internasional untuk Pendanaan Pembangunan Pertanian untuk periode 2020-2022 dalam Sidang ke-43 Dewan Pengarah di Italia (11-12/02/2020). Indonesia diwakili oleh Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Suminto selaku Gubernur IFAD Indonesia. Sementara pada periode yang sama, Co-Chairperson IFAD Governing Council adalah Gubernur IFAD Inggris dan Kamerun.

Dalam keterangan pers yang diterima kabarrantau.com, dewan Pengarah merupakan pengambil keputusan tertinggi dalam struktur yang menentukan arah kebijakan dan strategi dalam melaksanakan mandate IFAD. IFAD beranggotakan 177 negara dan merupakan satu-satunya institusi keuangan internasional yang memiliki mandat khusus untuk mendorong investasi di kawasan pedesaan serta mendukung pengembangan kapasitas petani kecil. Sejak tahun 1978, IFAD telah menyalurkan hibah dan pinjaman berbunga rendah sebesar US$ 22,4 miliar yang mampu menyentuh sekitar 512 juta jiwa petani kecil di berbagai negara berkembang di seluruh dunia.

Sidang ke-43 IFAD Governing Council mengambil tema “Investasi dalam sistem pangan berkelanjutan guna mengentaskan kelaparan pada tahun 2030″. dalam Sidang ini para Gubernur juga membahas beberapa topik terkait investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan. Indonesia antara lain menyampaikan salah satu prioritas Indonesia dalam pencapaian SDGs adalaj pemberdayaan petani kecil dengan memberikan kemudahan akses terhadap modal dan pasar yang lebih luas. Selain itu, peningkatan investasi juga dipandang dapat meningkatkan kemampuan manajemen, pengolahan, penyimpanan serta pemasaran dalam rangka menambah kapasitas produksi petani kecil.

Indonesia menegaskan bahwa upaya dan komitmen pemerintah disertai dukungan dari sektor swasta serta pemangku kepentingan lainnya merupakan kunci bagi kesuksesan pencapaian SDGs, utamanya dalam penanggulangan kemiskinan bagi petani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here