Indonesia Tampil Dalam Festival Malam budaya di Lauchringen Jerman

Perwakilan negara-negara dalam malam budaya di kota Lauchringen, (dari kiri): Niurka Rodriguez (Kuba), organizer Benjamin Scholz-Tautz, Sigfried Hotz dan Nerina Chaponan (Peru), Jochebet wantia dan Catalina Garcia (Mexico), Eva Reinhard (Indonesia) Irene Müller dan Patricia Gottstein (Colombia) dan Jose Wang dan Sabine Meier (Peru). Gambar: Peter Rosa

Pagelaran malam budaya di gelar di kota Lauchringen, Jerman pada 14 Juli 2017, beberapa negara turut hadir dalam malam budaya tersebut, diantaranya Kuba, Peru, Meksiko, Indonesia, Bolivia dan Kolombia, setiap negara memperkenalkan wawasan budaya negara  tersebut dengan menghidangkan kuliner lokal, negara-negara meramaikan stan yang menghiasi sepanjang jalan utama Lauchringen.

Dalam festival jalanan malam budaya tersebut sekitar 30 kelompok akan mewakili negara asal mereka dan menampilkan berbagai budaya dan kuliner, dan Indonesia turut serta dalam festival tersebut. Di bawah ini negara-negara yang menyajikan budaya musim panas di negara masing-masing.
Kuba: Niurka Padella Rodriguez membawa Karibia untuk Lauchringen. Kuba menyajikan minuman favorit Mojito dan Cuba Libre di stan mereka, tentu saja, dalam gaya Kuba asli. Kemudian, tarian Kuba di tampilkan di atas panggung.

Meksiko: Mexico meyajikan kuliner Taco, nachos y quesadillas dan Meksiko bir dan tequila. Di atas panggung, serta cerita rakyat meksiko di tampilkan dalam tarian.

Peru: negara bagian Amerika Selatan ini terdiri dari dua kelompok, kelompok pertama menyajikan bahan-bahan lokal, gambar dan pakaian di stan serta “Pisco Sour”, minuman nasional Peru, “ceviche”, hidangan ikan, “churros”, makanan penutup dan berbagai minuman ringan. Di atas panggung tarian rakyat Peru dan tarian Amerika Latin dilakukan bersama-sama dengan negara-negara Amerika Latin lainnya. Kelompok Peru kedua didedikasikan untuk wilayah Morrope Lambayeque di Peru utara. Ini adalah budaya Mocchia disajikan aji de gallina, Pap Rellena, Pachamanca dan chicha morada, dan minuman lainnya. serta menari di atas panggung festejo tradisional.

Kolombia: The Kolombia Patricia Gottstein mewakili negara Kolombia dengan Irene Müller dan timnya. menyajikan kue empanada, Salpicon dan Mantecada. Ada juga kopi Kolombia nyata, pina colada dan Caribic Mimpi. Pada malam hari, penampilan khusus Kolombia menari tarian tradisional bersama-sama dengan negara Bolivia di atas panggung.

Bolivia: negara Bolivia memperkenalkan Judith Kaiser sebagai pakaian khas Bolivia, serta kuliner quinoa salad vegetarian, kue buta dan salad Salpicon-buah dan kemudian cerita rakyat Bolivia di atas panggung.

Indonesia: Perwakilan negara Indonesia Eva Reinhard yang juga perwakilan Divisi luar negeri Gerakan Kebaikan Indonesia. Dalam Stan The Indonesia menyajikan rendang dalam stan, dan juga kuliner dari santan dan beras. terdapat pula sate ayam dalam saus kacang dengan nasi, teh Indonesia dan minuman lainnya. selain itu disajikan pula rempah-rempah Indonesia dan makanan ringan khasIndonesia, diatas panggung Tim Indonesia menampilkan alat musik tradisional Anklung dan tari Bali.

“Dengan berpatisipasi dalam event-event seperti ini, diharapkan Indonesia akan semakin dikenal oleh masyarakat manca negara. Dikenal tidak hanya dari segi  kulinernya tetapi juga dari segi keberagaman kebudayaan bisa Kita jadikan Magnet kepada mereka untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan demikian potensi pariwisata Indonesia akan semakin meningkat yang bisa membantu perekonomian saudara-saudari kita di tanah air. Sebagai Diaspora Indonesia sudah seharusnya kita menjadi perpanjangan tangan pemerintah RI melalui soft diplomasi dalam merepresentasikan keindahan dan kebaikan tanah air tercinta.” ungkap Eva Reinhard yang juga perwakilan Divisi luar negeri Gerakan Kebaikan Indonesia.
Festival Malam Budaya di kota Lauchringen akan berlangsung pada 14 Juli, dari pukul 5 hingga 1 malam dini hari. Sekitar 30 kelompok akan mempresentasikan negara asal mereka di warung cerah yang menghiasi sepanjang jalan utama kota Lauchringen. stan negara tersebut meyajikan makanan dan minuman lokal, serta pertunjukan budaya dan tarian.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here