Indonesia Masuk Finalis Ytech Terpilih, Inilah Inovasi Karya Anak Bangsa Terbaik

Silicon Valley yang menjadi tempat berkumpulnya perusahaan-perusahaan digital terkemuka dunia ternyata masih sering disalah pahami. Banyak yang mengira bahwa Silicon Valley adalah “berkah” lokasi, tetapi ternyata Silicon Valley adalah tentang pola pikir. Sehingga apa yang terjadi di Silicon Valley, California Amerika Serikat sangat mampu untuk digandakan di lokasi lainnya termasuk Indonesia. Pola pikir inilah yang kemudian berusaha ditanamkan Ytech, sebuah kompetisi untuk para teknopreneur muda Indonesia agar memiliki pola pikir Silicon Valley.

Dilansir GNFI, Ytech yang dimulai pada Januari hingga Maret yang lalu telah mencapai tahap finalis. Ada lima finalis yang terpilih yakni Fishgator dari Bondowoso, Kepul dari Deli Serdang, Matakota dari Surabaya, Syarq dari Bandung, dan Tanijoy dari Jakarta. Kelimanya merupakan tim inovator yang dinilai mampu untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat menggunakan teknologi.

Kelima finalis tersebut pada bulan Mei mendatang akan memasuki tahap Sky is The Limit sebagai ajang pamungkas dan pemberian penghargaan bagi inovator terbaik. Dalam tahap ini para finalis akan melakukan presentasi akhir tentang inovasi yang mereka ciptakan di hadapan para juri di Jakarta. Selain itu mereka juga akan berkesempatan menampilkan karyanya di depan para investor dan rekan potensial.

Juri yang hadir merupakan para pebisnis profesional dan investor berpengalaman seperti Rosan Perkasa Roelani, Chairman Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif, dan Wilson Cuaca, pendiri dari East Ventures. Tim yang menjadi pemenang dalam tahap ini akan mendapatkan kesempatan ke Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat dan akan bisa menjadi tenant dari akselerator dan mendapat modal dari pemodal awal yang menjadi partner Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Para peserta Ytech sendiri telah melalui tiga tahap sebelum mencapai tahap akhir yakni Start With Y yang berlangsung pada Desember 2017 hingga Januari 2018 yang lalu. Kemudian tahap Build the MVP pada Februari hingga Maret 2018. Setelah produk minimal telah terbentuk para peserta melalui tahap Go Run & Learn. Sehingga produk yang ditampilkan pada tahap Sky is The Limit adalah produk yang telah dikembangkan dengan cukup baik sebelum akhirnya pemenang berangkat ke Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here