Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Pameran Internasional Pariwisata Madagaskar

Indonesia hadir di Madagaskar sebagai Tamu Kehormatan (Pays Invite d’honneur) pada Pameran Internasional Pariwisata Madagaskar yang diadakan 13 – 26 Juni 2019 di Pusat Konferensi Internasional Ivato Madagaskar. Dalam keterangan pers yang diterima kabarrantau.com, delegasi Indonesia berjumlah sekitar 60 orang telah meramaikan dengan menampilkan beberapa keunggulan Indonesia di bidang Pariwisata.Mereka terdiri dari, Pejabat pemerintah dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, ITPC Pretoria mewakili Kementerian Perdagangan RI, Kepala perwakilan RI dan  staf KBRI Antananarivo. Kementerian Pariwisata mengirimkan Tim Kesenian Wonderful Indonesia disertai Koki Masak masakan Indonesia dan Barista untuk menyajikan kopi dari Aceh, Jawa Barat, Padang dan Jawa Timur. Universitas Sebelas Maret menampilkan tari jawa mini concert dari Solo, demo batik yang diiringi tari batik serta penampilan orkes gamelan jawa. Universitas Brawijaya dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Ponorogo menampilkan Tim Kesenian Reog.

Dalam kesempatan tersebut Universitas Brawijaya maupun Universitas Sebelas Maret juga mempromosikan fasilitas pendidikan di masing-masing Kampusnya. Disamping itu, juga diikuti pengusaha Batik Semar dari Solo, Batik Papua dari Pemda Papua, Tour Operator dari Indonesia dan agen penerbangan Air Ethiopia sebagai pendukung acara Indonesia.

Untuk memeriahkan Paviliun Indonesia, atas sponsor perusahan  penerbangan Air Ethiopia dan perusahan setempat Madaranch, Pavilun Indonesia memberikan Door Prize enam Tiket Antananarivo-Jakarta-Antananarivo.

Indonesia menjadi tamu kehormatan tahun 2019 atas undangan Menteri Pariwisata  Madagaskar karena Indonesia dianggap mempunyai kedekatan khusus terkait sejarah dan kebudayaan serta promosi pariwisatanya dinilai maju.

Dalam rangka mendorong Promosi dan kerjasama antar Agen Parwisata, ONTM (Kantor Nasional Parwisata Madagaskar) telah mengudang Tour Operator Indonesia yang dihadiri oleh empat Tour Operator industri mewakili Yogyakarta, Bali, Jakarta dan Lombok. Dalam kesempatan tersebut, Tour Operator selain ditunjukkan andalan pariwisata Madagaskar yaitu pohon Baobab dan binatang Lemur serta melihat kemiripan kehudupan tradisional penduduk Malagasy dengan Indonesia juga melakukan pertemuan B to B / private to Private. Bersama ASDEP  Pengembangan Pemasaran II, Regional 3 Kementerian Pariwisata, Sigit Wicaksono dan Kepala Perwakilan RI-Antananarivo Heru Wicaksono didampingi staf Direktorat Afrika, Kementerian Luar Negeri beserta Tour Operator pada Kementerian Pariwisata Indoesia, mereka juga melakukan Konferensi mengenai perkembangan promosi Pariwisata di Indonesia yang dihadiri oleh pihak swasta dan para pemangku kepentingan bidang pariwisata di Madagaskar dan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pariwisata, Transportasi dan Meteorologi Madagaskar beserta jajarannya.

Dalam semangat membatikkan Madagaskar KBRI memberikan Batik kepada pejabat Madagaskar dan Ketua Kantor Nasional Pariwisata Madagaskar serta memberikan beberapa petugas penitia. Untuk mempromosikan batik tersebut, paviliun Indonesia menampilkan Peragaan Busana, Demo dan Tari Batik, serta minishop Batik Semar.

Penyelengaraan ITM ke kedelapan tahun ini menjadi istimewa tidak saja karena Penampilan Indonesia dengan Reognya dan juga adanya beberapa workshop seperti membatik, karawitan, menari, demonstrasi masak masakan Indonesia serta demonstrasi membuat kopi tradisional Indonesia, tetapi pavilun Indonesia telah dibuka oleh Perdana Menteri dan hari berikutnya dikunjungi Presiden Madagaskar. Dalam kunjungan tersebut PM dan Presiden mendapat penjelasan mengenai peserta delegasi Indonesia, peta Indonesia, serta berfoto di depan miniatur candi Borobudur, menyaksikan tari batik dan membubuhkan tanda tangan pada lukisan batik. Dan menjelang akhir kunjungan, Presiden Madagaskar menyampaikan ketertarikan dengan popularitas Bali dan ingin berkunjung ke pulau Dewata pada bulan Agustus 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here