Indonesia Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Sosial Budaya RI-Suriname

“Nickerie merupakan salah satu distrik strategis di Suriname dan produsen beras terbesar di Suriname. Indonesia juga merupakan salah satu negara penghasil beras di dunia. Hal tersebut membuka banyak kesempatan bagi Indonesia dan Suriname dalam memperkuat volume dagang kedua pihak di bidang pertanian,” demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Suriname, Julang Pujianto, pada pertemuan denganKomisaris Distrik Nickerie, Nisha Kurban-Baboe, di Kantor Komisaris Distrik Nickerie (05/03/2020) dalam keterangan pers yang diterima kabarrantau.com.

Komisaris Nisha Kurban-Baboe menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Julang Pujianto dalam upaya menjembatani serta meningkatkan hubungan bilateral RI dan Suriname terutama dengan makin bertambahnya animo masyakarat keturunan Jawa untuk berkunjung ke Indonesia. Dalam kaitan ini, Duta Besar Julang Pujianto mendorong partisipasi warga Nickerie dalam program beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Indonesia yaitu Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), Darmasiswa, dan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Saat ini, terdapat putra daerah Nickerie yang sedang melanjutkan pendidikan gelar sarjana di Universitas Andalas, Sumatra Barat, setelah sebelumnya mengikuti program Darmasiswa di Bali.
Potensi kerja sama dalam bidang ekonomi di Distrik Nickerie dijajaki lebih lanjut dengan kunjungan lapangan ke produsen beras Manglie Rice Company and Ini-Dia Rice Company. Dari hasil pertemuan dengan CEO kedua perusahaan beras tersebut, terbuka peluang kerja sama dalam bidang penggunaan plastik polyprolenedan teknologi pengelolaan/pemanfaatan sekam padi.
Peluang kerja sama didukung pula dengan keberadaan masyarakat keturunan Jawa yang memberikan kontribusi penting dalam peningkatan hubungan bilateral antara RI-Suriname. Distrik Nickerie merupakan salah satu distrik dengan komunitas Jawa yang kuat di Suriname. Berdasarkan hasil sensus tahun 2012, dari 34.233total penduduk Nickerie, 5.875 warganya merupakan masyarakat keturunan Jawa.Tersohornya Nickerie juga menjadi salah satu inspirasi penyanyi Indonesia Didi Kempot dalam menciptakan lagu “Kangen Neng Nickerie.”
Pentingnya peran masyarakat Jawa tersebut digarisbawahi dalam pertemuan Duta Besar Julang Pujianto beserta delegasi KBRI Paramaribo dengan Ketua dan Dewan Organisasi Peringatan Imigrasi Jawa ke Suriname/VJHI Nickerie. KBRI Paramaribo mendukung sepenuhnya komitmen VHJI Nickerie untuk menjangkau anak muda keturunan Jawa di Suriname melalui event/kegiatan kebudayaan Jawa yang berbau millenials guna membangkitkan semangat anak muda untuk turut melestarikan budaya Jawa. “Salah satu misi KBRI Paramaribo adalah untuk memperkuat people-to-people contact antara RI-Suriname. Misi ini bisa diselenggarakanmelalui kegiatan pagelaran seni dan budaya serupa untuk menjangkau komunitas Jawa di seluruh Suriname”, sambung Duta Besar Julang Pujianto.
Pertemuan dengan komunitas Jawa tersebut dimanfaatkan pula untuk membahas rencana Peringatan 130 tahun Imigrasi  Jawa ke Suriname yang akan diselenggarakan pada 9 Agustus tahun ini. Kegiatan ini telah menjadi kalender event penting tahun 2020 dengan dibentuknya sebuah Komite NasionalPeringatan 130 tahun Imigrasi  Jawa ke Suriname. Di distrik Nickerie sendiri, beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan dalam rangka peringatan tersebut yaitu antara lainPop Jawa Festival, Indonesian Night, Pertunjukan Lawak Sambal Terasi (Cabaret Show), Javanese/Indonesian Food Festival, Copa Jawa Soccer Competition.  Ketua VHJI Nickerie, Ermie Martosoedarmo, mengapresiasi dukungan serta diplomasi Duta Besar RI Paramaribo yang dipandang aktif dalam menjangkau komunitas Jawa di luar Paramaribo. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bingkisan majalah bahasa Jawa dari Indonesia yaitu Panjebar Semangat oleh Duta Besar RI kepada komunitas Jawa di Distrik Nickerie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here