Indonesia dalam Malam Kultural Internasional

Malam kultural internasional yang berlangsung pada hari Jumat (14/7) di kota Lauchringen, Provinsi Baden Württemberg Jerman Selatan. Malam kultural internasional yang berlangsung setiap 2 tahun sekali ini, diselenggarakan oleh Lauchringer Handels- und Gewerbekreis e.V (Photo: Peter Rosa)

Betapa kayanya kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari sabang sampai marauke semua daerahnya memiliki kebudayaan dengan ciri khas tersendiri. berbagai Kebudayaan Indonesia yang paling dikenal oleh negara lain yaitu Budaya sopan santun serta tata krama.

Selain kebudayaan Indonesia yang mendunia, Indonesia seharusnya patut bangga karena memiliki kuliner yang beraneka ragam dan makanannya memiliki ciri khas rempah yang tak dimiliki makanan negara lainnya. Kekhasan dan keautentikan makanan inilah yang menjadi modal utama kuliner Indonesia bisa mendunia.  

Untuk memperkenalkan berbagai keaneka ragaman budaya dan kuliner tanah air, Orang-orang Indonesia di luar negeri tak jarang memperkenalkan kuliner lebih luas dan dengan cara yang lebih ‘luwes.’ Misalnya dengan mengikuti bazar makanan Indonesia, ‘pesta kebun’ dengan menghadirkan makanan Indonesia bersama teman-teman, dan lainnya.

Bahkan bukan cuma orang Indonesia di luar negeri saja yang punya keinginan untuk memopulerkan makanan Indonesia di dunia. Warga-warga Eropa yang jatuh cinta dengan makanan Indonesia pun punya keinginan agar makanan tersebut tersedia di negaranya.  

Malam Kultural Internasional

Untuk pertama kalinya Gerakan Kebaikan Indonesia(GKI) divisi luar negeri Jerman membawa nama Indonesia turut serta dalam meramaikan acara malam kultural internasional yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 14 Juli 2017 di kota Lauchringen, Provinsi Baden Württemberg Jerman Selatan. Malam kultural internasional yang berlangsung setiap 2 tahun sekali ini, diselenggarakan oleh Lauchringer Handels- und Gewerbekreis e.V yang juga merupakan event besar untuk ketiga kalinya.

Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI) turut serta dalam malam kultural internasional yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 14 Juli 2017 di kota Lauchringen, Provinsi Baden Württemberg Jerman Selatan.(Eva R)

“Kami berusaha maksimal untuk melakukan soft diplomasi melalui budaya dan kulinari tanah air kepada masyarakat lokal, agar nama Indonesia semakin dikenal di dunia internasional, khususnya di negara Jerman“ jelas Eva Reinhard, koordinator GKI Jerman, sementara itu antusiasme berbagai negara turut serta dalam festival tersebut “ikut serta dalam festival internasional yang diikuti oleh 23 negara seperti sudah menjadi impian kami, masyarakat Indonesia yang menetap di luar negeri, senang sekali akhirnya impian tersebut terwujud“ lanjutnya.

Berbagai hidangan kuliner Indonesia disajikan diantaranya Sajian sate ayam, rendang, bakmi goreng, risoles, acar dan aneka sambal khas Indonesia menjadi sajian lezat bahkan seperti magnet yang menarik pengunjung mengantri di stand Indonesia. Mereka sangat antusias sekali, bahkan ada dari beberapa pengunjung yang berusaha untuk mempraktekkan “”Bahasa Indonesia“ nya. “Tentu saja ini menjadi kebanggan tersendiri untuk teman-teman GKI berbahasa Indonesia dengan mereka“ujar Eva.

Disamping hidangan kuliner, persembahan musik tradisional Angklung dari Group Angklung “Pada suka” juga tarian Bali oleh Nyoman Hartini Rutzer juga menjadi persembahan yang memukau para pengunjung. Lagu-lagu Indonesia yang dibawakan group Angklung membuat kebahagian tersendiri bagi panitia stand Indonesia , begitu juga tarian Bali. Perasaan bangga bisa menghadirkan mereka untuk tampil ke salah satu dari tiga panggung yang ada, untuk memperkenalkan aneka kekayaan budaya tanah air kepada dunia internasional. Bahkan ada beberapa pengunjung yang berusaha untuk mengikuti gerakan tarian Bali tersebut.

Kami berharap, Gerakan Kebaikan Indonesia dengan membawa nama Indonesia akan semakin mengharumkan nama tanah air dengan acara-acara seperti ini. Kami berkomitmen untuk terus menjadi perpanjangan tangan pemerintah Republik Indonesia diluar negeri, melalui soft diplomasi seperti ini“ Lanjut Eva Reinhard. “tak lupa bahwa acara ini terselenggara berkat bantuan teman-teman yang mempunyai tanggung jawab yang sama dan ingin Indonesia semakin jaya di manca negara“Ujar Eva Reinhard yang kini berdomisili di Jerman. (ER)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here