Hiu Paus Tarik Wisatawan Kunjungi Teluk Cenderawasih

Keindahan dan kekayaan alam Papua tak dapat dipungkiri lagi, termasuk laut dan biotanya. Raja Ampat sudah mendunia, tapi masih banyak tempat lain di pulau itu yang menarik dikunjungi dan setara dengan Raja Ampat dengan sensasi berbeda. Salah satunya, Teluk Cendrawasih, yang terletak di desa Kwatisore, Nabire, dan masuk dalam Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Selain melihat kehijauan hutan dan menghirup aroma lumut segar,

Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) merupakan teluk yang dikelilingi beberapa pulau. Ada Pulau Biak, Yapen, Yoop, Nusrowi, Mioswaar, Numfor, dan Rumberpon. Teluk Cendrawasih berada di tepi Samudera Pasifik dan merupakan lempengan benua, sehingga sangat kaya akan flora dan fauna.

Bumi di Timur Papua semakin eksotis dengan hadirnya destinasi wisata barunya, salah satunya Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) yang saat ini tengah gencar-gencarnya mempromosikan keberadaan Hiu Paus.

Mamalia berwarna gelap dengan bintik dan garis kuning muda bak macan tutul ini, merupakan salah satu fauna langka yang berada di TNTC.Tak ayal, banyak wisatawan yang mengagumi mamalia tersebut.

“Setiap hari minimal dua ekor hiu paus masuk ke areal Teluk Cenderawasih. Hal ini membuat wisata hiu paus ini menjadi primadona di dunia. Karena di belahan dunia manapun, bertemu hiu paus itu amat sulit,” kata Project Leader WWF Indonesia Program Papua Site TNTC, Juswono Budisetiawan.

Juswono mengatakan, tren pelancongan ke TNTC mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sejak 2011 terdapat 408 pelancong dalam negeri, serta 339 orang wisatawan mancanegara.Tahun berikutnya, 933 wisatawan lokal, dan 831 mancanegara.

Kemudian hingga tahun berikutnya, jumlah kedua wisatawan melonjak drastis diatas 1000 orang. Baik lokal maupun mancanegara.

“Jumlah hiu paus yang mampir ke TNTC dan berhasil didata WWF hingga Agustus 2016 mencapai 129 ekor. Dari jumlah tersebut, 83 persen hiu paus diketahui berkelamin jantan, 3 persen betina, 14 persen tidak diketahui,”Ungkapnya.

Untuk mencapai Teluk Cendrawasih, tersedia penerbangan dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar menuju Biak. Dari Biak, tersedia pesawat perintis seperti Susi Air ke Manokwari atau Nabire. Dari Bandara Nabire, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih menggunakan perahu motor sekitar 3 jam perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here