GKI Serahkan Buku “Surat Dari Rantau 1“ kepada Duta Besar Tahta Suci Vatikan

GKI menyerahkan buku "Surat Dari Rantau" kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan Bapak Antonius Agus Sriyono

Laporan : Eva Reinhard

Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI) yang merupakan gerakan publik non partisan dan menitik-beratkan konektivitas people to people dengan benang merah berupa “Kebaikan Indonesia“ telah memberikan buku “Surat Dari Rantau 1“ kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan Bapak Antonius Agus Sriyono yang didampingi oleh Sekretaris I Bapak Arvinanto Soetiaatmadja pada hari Minggu, 5 Februari 2017.

Penyerahan buku tersebut berlangsung disela-sela acara lepas sambut Duta Besar RI untuk Italia, Malta, Siprus dan San Marino di KBRI Roma. Dalam kesempatan penyerahan buku tersebut, Perwakilan Gerakan Kebaikan Indonesia yang di wakili oleh Mistin Muhibah, Slamet Riyanto, Fifi Martiana Dewi dan Eva Reinhard menyampaikan apa yang menjadi misi dan tujuan utama dari komunitas, antara lain mempromosikan Indonesia dari segi budaya, kulinari, dan lain sebagainya. Menjadikan Indonesia mendunia dengan menggandeng masyarakat dan putra-putri Indonesia baik dari pasangan Indonesia-Indonesia maupun dari pasangan perkawinan campuran di luar negeri. Menjadikan mereka aset bangsa yang tak ternilai harganya dengan soft diplomasi dalam kehidupan sehari-hari dimana mereka berdomisili.

Buku “Surat Dari Rantau 1“ adalah bentuk gambaran tulisan masyarakat Indonesia yang berhasil berjuang dan bersaing di negeri orang, dengan menggambarkan suka-duka mereka dari awal berkarir meniti langkah sampai pada tujuan akhir yang diinginkan yaitu mempromosikan negeri tercinta di kancah dunia.

Dubes A.Agus Sriyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh komunitas Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI) sudah sangat tepat. Keanekaragaman yang kita punya adalah wujud kekayaan sebagai modal utama dalam mencapai tujuan tersebut. Langkah GKI yang dilakukan perlu di apresiasi, karena seperti diketahui tidak mudah untuk bertahan dan berjuang sendiri dinegeri orang, sampai kita bisa diterima oleh masyarakat setempat.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Dubes A.Agus Sriyono juga menyinggung keinginan masyarakat Indonesia di luar negeri (diaspora) tentang kewarganegaraan ganda. „Memang bukan suatu hal yang sangat mudah dan cepat, tetapi perlu proses perjuangan yang sangat panjang.“Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh komunitas Gerakan Kebaikan Indonesia adalah salah satu contoh bentuk perjuangan untuk mencapai tujuan tersebut.“Ujar Dubes A. Agus Sriyono mengakhiri pertemuannya dengan perwakilan Gerakan Kebaikan Indonesia. (ER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here