Gerakan Kebaikan Indonesia Gelar Diskusi Media Kewarganegaraan Indonesia Abad 21

Diskusi media "kewarganegaraan Indonesia abad 21", Kamis (6/10/2016) di Bakoel Coffee, Cokini Jakarta Pusat.

Gerakan Kebaikan Indonesia menggelar Diskusi media dengan tema kewarganegaraan Indonesia abad 21, acara tersebut berlangsung pada hari Kamis (6/10/2016) di Bakoel Coffee, Cokini Jakarta Pusat.

Dalam kata sambutannya Bina Bektiati selaku Dewan pengawas Gerakan Kebaikan Indonesia mengungkapkan apa yang menjadi latar belakang dibentuknya Gerakan Kebaikan Indonesia,”Gerakan Kebaikan Indonesia adalah gerakan masyarakat sipil non partisan yang bertujuan mengangkat kebaikan Indonesia di mana-mana, dengan memberdayakan jejaring kebaikan baik di dalam dan di luar negeri. Kami bersama-sama dengan para pemangku kepentingan dwi kewarganegaraan lain dapat membangun landasan bersama.”Ungkap Bina.

Selain itu Bina Bektiati juga menjelaskan acara Diskusi Kewarganegaraan Indonesia abad 21 ini bertujuan untuk tetap membuat topik dwi kewarganegaraan bergaung, dan makin dekat dengan publik Indonesia, tidak tenggelam di antara isu-isu lainnya, karena menurutnya ramainya pembicaraan tentang dwi kewarganegaraan yang marak dalam sekitar tiga bulan belakangan, baik lewat diskusi-diskusi, debat di televisi, tulisan di media massa, kunjungan-kunjungan beberapa pejabat terkait ke luar negeri menjumpai masyarakat Indonesia di rantau sebenarnya sudah tampak adanya kebutuhan dan pentingnya dwi kewarganegaraan di masa kini, terlebih dengan anak kawin campur yang kerap dirugikan.

Dalam Acara diskusi tersebut dihadiri oleh Nusantyo Setiadi sebagai Ketua Gerakan Kebaikan INdonesia, Nia K Schumachter selaku ketua aliansi pelangi antar bangsa, Arnold Djiwatampu sebagai pakar telekomunikasi internasional dan juga Gloria Natapraja Hamel siswi Pengibar sang saka merah putih, juga berbagai lapisan organisasi masyarakat kawin campur, dan media massa nasional.(Rahman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here