Alat Musik Khas Kota Cirebon Terbuat Dari Genteng dan Keramik

Alat Musik yang terbuat dari Genteng

kota Cirebon Jawabarat selain dikenal dengan sentra kerajinannya, di cirebon juga terdapat kesenian yang menggunakan bahan dasar genteng dan keramik, genteng maupun keramik umumnya digunakan untuk bahan bangunan rumah namun ditangan Komunitas Jatiwangi Art Factory, Genteng dan Keramik ini di dapat digunakan sebagai alat musik, dan menjadi kreatifitas yang mumpuni bagi masyarakat Cirebon untuk mendongkrak Agrowisata di kota Cirebon.

di Cirebon ada daerah dinamakan Jatiwangi yang merupakan suatu tempat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dimana dikenal tempat penghasil genteng terbaik di Indonesia. Genteng yang dihasilkan dari Jatiwangi terkenal kuat dan tahan lama, sebab diolah melalui tanah liat terbaik. Namun, Jatiwangi kini tidak hanya sebagai tempat penghasil genteng, melainkan juga pusat kreativitas di Kabupaten Majalengka. Sebab, dari tempat ini lahir alat musik genteng dan beragam jenis alat musik dari tanah liat lainnya.

Untuk pemilihan genteng yang akan dijadikan alat musik pun dilakukan secara selektif. Ketebalan dan ketipisan genteng sangat berpengaruh pada nada yang dikeluarkan. Sama seperti membuat genteng atau keramik, tanah liat yang digunakan haruslah yang berkualitas bagus.

Persaudaraan dan solidaritas yang erat sesama warga Jatiwangi pun seakan membuat perkembangan musik genteng dari Jatiwangi ini semakin terdengar gaungnya. Dari anak-anak hingga dewasa pun kompak untuk mengembangkan musik genteng Jatiwangi. “Masyarakat di sini (Jatisura, Jatiwangi) sangat antusias. Kami sering berkumpul dan latihan minimal seminggu sekali,” kata Gingie Syarif Hasyim, selaku pendiri JAF (Jatiwangi Art Factory) sebuah komunitas kreatif pemuda Jatiwangi.

Sebanyak 5000 genteng dan kramik yang ada disulap menjadi berbagai macam alat musik yang sangat menarik dan mungkin hanya ada di Jatiwangi Majalengka. Seperti halnya gitar yang terbuat dari genteng, seruling tanah yang tebuat dari tanah liat yang dipanaskan, dan alat musik pukul dari genteng. Dalam kesempatan tersebut JAF tengah mempersiapkan tema gerakan musik 5000 genteng dan kramik Jatiwangi yang dilakukan hanya selama 3 tahun sekali yang di pelopori oleh komunitas Jatiwangi Art Factory.

Dengan kreatifitas masyarakat majalengka yang telah memanfaatkan potensi genteng di Jatiwangi yang merupakan sentra industri genteng di Jawabarat. Dan mereka membuat genteng mampu menghasilkan bunyi-bunyi yang merdu ” kita memanfaatkan potensi yang ada di jatiwangi yang merupakan sentra genteng untuk membangun kreatifitas masyarakat sekitar terutama kalangan remaja sehingga bisa diharapkan lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar namun tidak mengeksploitasi alam di sekitar kita” ungkap Gingie

Dari sentra kerajinan alat musik yang terbuat dari genteng dan keramik ini kerap dikunjungi oleh seniman musik dan keramik asal Amerika, Singapura dan Indonesia. “Mereka tinggal bersama dengan warga dan berkolaborasi membuat karya seni musik keramik, alat dan lagu. Dan tidak menutup kemungkinan kerajinan masyarakat Jatiwangi akan di tiru oleh negara luar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here