Generasi Cerdas Iklim Raih Penghargaan Internasional

Program GCI telah dilaksanakan di sekolah dasar (SD) lingkar kampus IPB.

Indonesia yang memiliki iklim tropis dan seringkali musim penghujan, dan juga merupakan negara rawan bencana hidrometeorologi (bencana terkait iklim), seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dan angin puting beliung. Sebanyak 12.259 kejadian bencana telah terjadi di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir dan lebih dari 90 persen kejadian tersebut merupakan bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan kerugian materi dan korban jiwa. Pada periode 2016, sebanyak 2.154 bencana hidrometeorologi (banjir, puting beliung, dan tanah longsor) telah menyebabkan jutaan orang mengungsi dan sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Menjawab permasalahan tersebut, Generasi Cerdas Iklim (GCI) lahir sebagai sebuah gagasan konsep adaptasi dan mitigasi bencana melalui upaya integrasi preventif kuratif berupa pendidikan pada anak-anak untuk meningkatkan pemahaman dan membangun karakter cinta lingkungan sejak dini. Nilai kearifan lokal yang dipadukan dengan konsep IPTEK menjadi unsur pokok dalam pelaksanaan program GCI.

GCI diinisiasi oleh mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB). Visinya adalah sebuah gerakan berbasis pendidikan adaptasi dan mitigasi bencana melalui upaya integrasi preventif kuratif untuk meningkatkan pemahaman dan membangun karakter cinta lingkungan. GCI berupaya menjangkau seluruh wilayah rawan bencana di Indonesia.

Ketua GCI, Ikrom Mustofa, mengatakan sejak didirikan tahun 2013, GCI berhasil meraih beberapa penghargaan seperti program sosial terpilih dalam International Student Summit (ISS) di Nodai, Jepang 2015, TOP
5 Proyek Sosial versi Made in Kampus; proyek sosial terpilih mewakili duta Riau dalam Indonesia Youth Conference 2014; semifinalis Genesys Jepang 2013; finalis Climate Smart Leaders Emil Salim Award 2014; dan PKM-M didanai Dikti 2013.

Program GCI telah dilaksanakan di sekolah dasar (SD) lingkar kampus IPB, yaitu SDN Balumbang Jaya 2 Bogor, komunitas rumah belajar Hore Bogor, SDN Ciampea 1 Bogor, SDN Gobang 4 Kampung Kukuk Sumpung, dan beberapa kelompok bermain anak-anak.

“GCI mengangkat konsep kearifan lokal masyarakat di Jawa Barat, diantaranya kearifan lokal masyarakat adat Kampung Kuta Ciamis, tradisi masyarakat Ciomas, dan tradisi Suku Baduy dalam upaya menjaga lingkungan serta hutan setempat. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut disampaikan melalui pendekatan konsep ilmu pengetahuan terkait upaya adaptasi-mitigasi bencana dalam bentuk kartu interaktif GCI dan beberapa jenis permainan berbasis kesenian lain,” ujarnya.

Relawan untuk program pendidikan GCI ini berasal dari berbagai kampus di Indonesia dalam bentuk konsep pengabdian masyarakat sebagai salah satu upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setiap kampus memiliki local commitee dan memiliki minimal satu sekolah/komunitas binaan program GCI. “Kami yakin dan percaya bahwa mendidik adalah menginspirasi, memperbaiki budi pekerti, dan merajut tenun kebangsaan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here