Game Karya Siswi SD Pedurungan Menang Kompetisi Internasional

Dua siswa SD Negeri Pedurungan Tengah 02 Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil membawa medali Emas dari ajang Internasional Science Technology and Engineering Competition (ISTEC). Mereka menang berkat game simulasi pengetahuan menjadi dokter kecil.

ISTEC 2020 digelar di Bandung tanggal 13-16 Januari 2020 lalu. Peserta adalah perwakilan sekitar 20 negara dengan kategori jenjang mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Mahasiswa.

Dua siswa tersebut adalah Talitha Trisiana Putri Prabasiwi (11) dari kelas 5A dan Safaraz Aufa Azalia Putri Mappaita (11) dari kelas 5B. Mereka membuat game bernama “Little physician educational game”.

“Jadi ini adalah game tentang dokter kecil,” kata Talitha kepada detikcom.

Game berbahasa Inggris itu dipersiapkan selama 2 bulan oleh dua siswi tersebut. Konsepnya seperti belajar, yaitu dengan memberikan pengetahuan dan setelah itu akan ada pertanyaan dengan tampilan game.

“Soalnya ada soal dokter kecil, P3K, dan UKS. Ada teori kemudian kuis, per level. Ini gamenya basic website,” jelas Talitha.

Mereka dibantu oleh guru pendamping di sekolah mereka. Latihan demi latihan dijalani karena mereka harus persentasi dengan bahasa Inggris. “Kita pilih game karena sekarang sedang ngetren game ya,” jelas Safaraz.

Keberhasilan mereka bukan tanpa kendala. Safaraz mengatakan sehari sebelum lomba, pembuatan game sempat tidak bisa di-save ketika sedang dilakukan update.

“Sehari sebelum lomba itu sempat enggak bisa di-save. Dipencet-pencet terus akhirnya bisa,” pungkasnya

Talitha merupakan putri bungsu dari 3 bersaudara pasangan Lulus Sutrisno dan Siti Sumini. Sedangkan Safa merupakan anak kedua dari 3 bersaudara pasangan Hamka Mappaita dan Rahma Yusvia Ekawati.

Kini mereka masih belum puas dan akan kembali mengikuti kompetisi untuk bulan Februari mendatang. Kepala SD Negeri Pedurungan Tengah 02, Daryati mengatakan pihak sekolah mendukung para siswa berprestasi dengan pendampingan dan motivasi. Untuk Talitha dan Safa pada ajang ISTEC, guru membantu terkait tambahan materi dan penyempurnaan kalimat.

“Kita melakukan pendampingan pelatihan. Para orangtua juga support penuh anak-anaknya,” kata Daryati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here