Gadis Asal Surabaya Wakili Indonesia di KTT Perubahan Iklim PBB

Satu lagi prestasi anak bangsa. Vania Santoso, anak muda asal Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim untuk PBB yang akan diselenggarakan di New York Amerika Serikat. Acara yang akan berlangsung pada 20 – 23 September 2019 ini, dilansir CNN, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim untuk PBB diadakan guna mengumpulkan para inovator dan pecinta lingkungan untuk mengajak masyarakat mengatasi perubahan iklim dan menyerukan kegiatan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan. KTT Perubahan Iklim ini tidak hanya dihadiri oleh para aktivis muda pecinta lingkungan, namun juga dihadiri oleh para pemimpin negara.

Gadis yang kerap disapa Vania ini mewakili indonesia dengan inovasi kepeduliannya terhadap lingkungan. Inovasi yang ia lakukan adalah menyulap sampah menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis tinggi juga ramah lingkungan. Sampah yang Vania gunakan nantinya diolah menjadi barang-barang fashion dan aksesoris rumahan seperti tas, dompet, keranjang belanja dan barang lainnya. Sampah yang Vania gunakan kebanyakan berupa sampah plastik seperti kantung kemasan dan kantung semen. Hal tersebut diungkapkan bahwa sampah yang mengandung plastik akan sulit terurai di dalam tanah yang nantinya akn menyebabkan pencemaran tanah. Selain itu, penumpukkan sampah yang tidak tertata akan menjadi penyebab banjir.

Satu lagi prestasi anak bangsa. Vania Santoso, anak muda asal Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim untuk PBB yang akan diselenggarakan di New York Amerika Serikat. Acara yang akan berlangsung pada 20 – 23 September 2019 ini diadakan guna mengumpulkan para inovator dan pecinta lingkungan untuk mengajak masyarakat mengatasi perubahan iklim dan menyerukan kegiatan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan. KTT Perubahan Iklim ini tidak hanya dihadiri oleh para aktivis muda pecinta lingkungan, namun juga dihadiri oleh para pemimpin negara.

Gadis yang kerap disapa Vania ini mewakili indonesia dengan inovasi kepeduliannya terhadap lingkungan. Inovasi yang ia lakukan adalah menyulap sampah menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis tinggi juga ramah lingkungan. Sampah yang Vania gunakan nantinya diolah menjadi barang-barang fashion dan aksesoris rumahan seperti tas, dompet, keranjang belanja dan barang lainnya. Sampah yang Vania gunakan kebanyakan berupa sampah plastik seperti kantung kemasan dan kantung semen. Hal tersebut diungkapkan bahwa sampah yang mengandung plastik akan sulit terurai di dalam tanah yang nantinya akn menyebabkan pencemaran tanah. Selain itu, penumpukkan sampah yang tidak tertata akan menjadi penyebab banjir.

heySTARTIC bekerjasama dengan beberapa perusahaan, toko, bank sampah dan kontraktor untuk mendapatkan bahan baku produk. Bahan baku tersebut berupa sampah untuk diolah menjadi aneka produk yang dapat dijual | Sumber Novarisma Dee

Kini, bisnis Vania sudah berkembang pesat dan label yang ia berikan untuk produknya yakni heySTARTIC sudah dikenal banyak orang. Vania mampu memperkerjakan kelompok kreatif yang terdiri dari ibu-ibu pengrajin di daerah surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Produk-produk hasil olahan sampah tersebut diminati oleh warga lokal hingga mancanegara. Selain dengan harga yang terjangkau, yakni kisaran Rp 50.000,00 hingga Rp 300.000,00 masyarakat yang membeli sudah ikut andil dalam menjaga lingkungan.

Nantinya, di acara KTT Perubahan Iklim PBB, Vania akan bertemu dengan 100 pemuda terpilih lainnya untuk berbagi informasi tentang usaha yang mereka lakukan dalam mengatasi perubahan iklim. Selanjutnya, 100 pemuda terpilih itu akan bertemu dalam satu agenda bersama para pemimpin negara untuk memberikan rekomendasikan kegiatan dalam menghadapi perubahan iklim. Vania berharap, sepulangnya dari KTT di New York nanti dapat membawa ilmu yang ia dapatkan. Selain itu, Vania ingin mengadaptasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh berbagai negara dalam mengatasi perubahan iklim untuk diterapkan di indonesia.

Menjaga lingkungan berawal dari diri sendiri dengan langkah yang sederhana, seperti tidak menggunakan sedotan plastik | Sumber Green Mountains

Vania berpesan, bahwa pemuda harus aktif mencari informasi di media apalagi dengan kemudahan internet, informasi dapat dengan mudah kita dapatkan. Juga, pesan yang paling utama adalah kegiatan mengatasi perubahan iklim dimulai dari diri kita sendiri yakni dengan mengurangi penggunaan plastik dan memperbaiki sistem pengolahan sampah plastik saat ini. Menurut Vania, kegiatan sesederhana itu nantinya akan berdampak besar bagi lingkungan di sekitarnya.

Mari jaga lingkungan kita dengan menerapkan 3 R yakni Reduce, Reuse, Recycle dan ajak orang-orang terdekat kita untuk bersama menjaga lingkungan. Agar, tidak hanya kita yang dapat menikmati indahnya lingkungan tempat kita tinggal, tetapi orang-orang terdekat kita serta anak-cucu kita juga dapat merasakan indahnya lingkungan yang mereka tinggali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here